JUMAT, 18 NOVEMBER 2016
JAKARTA---Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang hingga saat ini masih tercatat sebagai gubernur non- aktif Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta rencananya dalam waktu dekat akan segera menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai tersangka oleh penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh pihak penyidik Bareskrim Mabes Polri karena berkaitan dengan kasus perkara dugaan penistaan agama yang sebelumnya dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama  yang berkaitan dengan Al Qur'an Surat Al Maidah Ayat 51. Basuki Tjahaja Purnama sebelumnya diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri.

Sebelumnya diberitakan, Basuki Tjahaja Purnama sempat menyimpulkan sendiri arti dari pamahaman Surat Al Maidah, khususnya Ayat 51 pada saat dirinya sedang berpidato di hadapan warga masyarakat di wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, beberapa waktu yang lalu. Saat itu, ia masih menjabat sebagai gubernur aktif Provinsi DKI Jakarta.


Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (berkaca mata) menjelaskan kepada awak media perihal rencana pemeriksaan Basuki Tjahaja Purnama. 


Menurut penjelasan resmi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, kalau tidak ada perubahan, Basuki Tjahaja Purnama pada Selasa pekan depan (22/11/2016) akan menjalani pemeriksaan perdana dalam kapasitasnya sebagai tersangka terkait kasus dugaan telah melakukan penistaan agama. Kapolri Tito Karnavian juga memastikan, pemeriksaan terhadap Basuki Tjahaja nantinya berjalan secara transparan dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

"Kalau tidak ada perubahan, rencananya, pada Selasa pekan depan (22/11/2016), salah satu calon gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, dipastikan akan menjalani pemeriksaan perdana dalam kapasitasnya sebagai tersangka oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri, di mana sebelumnya berkas perkara yang bersangkutan sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat siang (18/11/2016).

Jurnalis: Eko Sulestyono/ Editor: Satmoko/ Foto: Eko Sulestyono
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: