SELASA 15 NOVEMBER 2016

LAMPUNG---Kesenian musik pukul yang dikenal dengan Kekhumung duabelas dengan irama yang menyentuh kalbu ribuan masyarakat umum dan warga Keratuan Darah Putih di depan lamban balak (rumah besar) Kuripan. Pertunjukkan ini tersaji dalam rangkaian kegiatan bujenong batin khatu atau peringatan wafat pahlawan nasional Raden Inten II di Desa Kuripan Kecamatan Penengahan. Irama musik pukul yang dimainkan oleh 12 orang tersebut juga menyimbolkan semangat dan juga ungkapan syukur atas penyambutan tamu, ritual dan tari tarian yang sakral.


Kekhumung Dua Belas.
Menurut ketua panitia Bujenong Batin Khatu,Sohari Batin Putra,kesakralan kegiatan pengajian dalam rangka haul pahlawan Raden Inten II tersebut ditunjukkan dengan pengajian, zikir untuk mengirim doa bagi pahlawan Raden Inten II. Seluruh warga masyarakat di wilayah Keratuan Darah Putih yang ada di berbagai wilayah didominasi mengenakan baju putih lengkap dengan sarung dan peci.  Iringan kekhumung dua belas sekaligus membawa suasana doa yang menyelimuti pengajian yang dihadiri oleh Wali Kota Bandarlampung, H.Herman HN tersebut.

"Acara ini merupakan rangkaian kegiatan haul yang sudah diisi dengan berbagai kegiatan di bulan Oktober dan sejak awal November dengan bakti sosial,pengecatan patung Raden Intan II dan juga akan diisi dengan pengajian,"terang Sohari Batin Putera di Lamban Balak Kuripan yang juga menjadi rumah bagi keluarga dan kerabat Raden Inten II,Selasa(15/11/2016).

Selain kekhumung duabelas yang dimainkan para seniman dengan kostum adat Lampung,kekhusukan acara juga diisi dengan kesenian marawis yang dimainkan oleh belasan penabuh alat musik pukul dengan nyanyian bernilai petuah dan nilai nilai keagamaan. Nyanyian marawis tersebut juga berisi nilsi nilai keagamaan, nasionalisme, patriotisme dan nasehat nasehat bijak dalam kehidupan sehari hari. 

Khusus peringatan gugurnya pahlawan Raden Inten II juga aksi marawis juga menekankan nilai nilai kepahlawanan Raden Inten II yang masih muda dan memiliki jiwa patriotisme tinggi dan harus diteladani hingga sekarang. Kesenian marawis juga terus dikumandangkan sebelum kegiatan pengajian untuk membawa suasana khusuk bagi ribuan peserta pengajian.

Pertunjukkan Marawis menekankan kepahlawanan Raden Inten II.
Kesenian tradisional yang dihadirkan berupa tari penyambutan tamu juga disajikan oleh para muli (gadis) yang dominan mengenakan baju putih. Simbol keratuan darah putih yang dominan juga terlihat dari bendera dan aksesoris pendukung di kegiatan pengajian tersebut.

Budiman Yakub gelar Raden Kusuma Yudha mewakili keratuan darah putih yang memberi sambutan juga mengungkapkan rangkaian acara tersebut puncaknya akan dilakukan pada tanggal 16 November esok hari yang diisi dengan peringatan haul ke-160 pahlawan Raden Inten II. Sejarah keratuan darah putih yang telah memberikan putera terbaik bangsa menjadi pahlawan.  Acara esok  juga dihadiri oleh Wali Kota Herman HN yang juga keturunan dari wilayah Pagar Dewa, Menggala.

"Sejarah perjuangan pahlawan Raden Inten II tak lepas dari peranan wilayah Pagar Dewa yang mendukung persenjataan pejuang Raden Inten II,sehingga peran keluarga Herman HN sangat tepat hadir dalam kegiatan haul ini," ungkap Budiman Yakub.

Herman HN yang juga Wali Kota Bandarlampung mengungkapkan pahlawan asal Kecamatan Penengahan yang telah berjuang hingga titik darah pebghabisan harus diteruskan.Cara yang dilakukan dengan cara membangun di berbagai bidang diantaranya agama,infrastruktur dan pembangunan segala bidang. Bentuk penghormatan terhadap Raden Inten II juga dalam bentuk memberi nama bandara Raden Inten II,nama jalan utama,nama universitas di Lampung termasuk patung Raden Inten II di Bandarlampung.

"Perjuangan pahlawan tidak cukup hanya untuk masa perjuangan di masa sekarang dalam bentuk pembangunan,"ujar Herman HN.

Kegiatan pengajian akbar haul Raden Inten II juga dihadiri Bupati Lampung Selatan H.Zainudin Hasan, pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan rombongan ibu ibu pengajian. 

Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: