RABU, 9 NOVEMBER 2016

YOGYAKARATA --- Selain menjaga ekosistem, kelestarian pohon dan kekayaan hayati juga menentukan keberlanjutan pembangunan ekonomi nasional di berbagai sektor, antara lain kehutanan, pertanian, industri, kesehatan, ilmu pengetahuan, kepariwisataan dan sebagainya. Karenanya, rehabilitasi hutan dan laha


Jika dilakukan terus-menerus dengan cara yang tepat, menaman pohon sebagai salah satu upaya membangun dan menjaga keletarian ekosistem dan kualitas lingkungan akan berdampak positif bagi ketersediaan air bersih, ketahanan pangan, dan energi baru terbarukan.


"Karena itu, rehabilitiasi hutan sangat penting dilakukan, dan keberhasilan rehabilitasi hutan dan lahan itu memerlukan dukungan semua pihak, agar bisa dirasakan arti pentingnya bagi kehidupan. Kita ingin mewariskan dunia yang lebih baik bagi generasi mendatang", ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Hediati Soeharto, saat menghadiri peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Dusun Pasir Mendit, Jangkaran, Temon, Kulonprogo, Rabu (9/11/2016).


Titiek mengatakan, kekayaan alam dannhayati yang telah dianugerahkan kepada bangsa ini harus disyukuri dan dikelola sebaik-baiknya untuk untuk kemakmuran bangsa, sekarang dan akan datang. Seperti diketahui, lanjut Titiek, di bulan November ini selain Hari Menanam Pohon juga ada peringatan Hari Cinta Puspa Dab Satwa yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993, yang saat itu dijabat oleh Presiden Soeharto. 


"Hutan, puspa dan satwa sebagai bagian dari keanekaragaman hayati merupakan modal penting bagi pemenuhan kebutuhan dasar manusia dan keseimbangan ekosistem", jelasnya.


Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional di Kawasan Konsrvasi Hutan Mangrove Kulonprogo, dihadiri Penjabat Sementara Bupati Kulonprogo, Budi Antono, Kepala Dinas Pertanian Dan Kehutanan, Bambang Tri Budi Harsono, sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan muspika setempat. 


Hutan Mangrove di Dusun Pasir Mendit, membentang di sepanjang aliran Sungai Bogowonto di perbatasan Kabupaten Kulonprogo dan Purworejo, Jawa Tengah, sejak tahun 2009 juga dimanfaatkan sebagai obyek wisata alam. Sebuah wisata air dengan kapal pun bisa dinikmati oleh para pengunjung.


Dalam peringatan hari menamam pohon tersebut, Titiek Soeharto juga menanam pohon mangrove dan menyempatkan diri mengelilingi Hutan Mangrove dengan menaiki kapal speed boat, untuk kemudian berdialog dengan warga pelestari hutan mangrove serta menyerahkan 7 paket bantuan Pengembangan Perhutanan Masyarakat Pedesaan Berbasis Konservasi (PPMPBK) dari Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, dan bantuan alat transplenter untuk Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A).

Jurnalis : Koko Triarko / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Koko Triarko
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: