SELASA, 8 NOVEMBER 2016

BANDUNG --- Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menetapkan Kota Bandung dan dua kota lainnya, Palu dan Malang sebagai percontohan Kota Layak Pemuda. Kota layak Pemuda ini merupakan program dimana pemerintah daerah baik provinsi maupun kota kabupaten lebih memperhatikan pembinaan dan pemberdayaan pemuda.


Menteri Pemuda dan Olahraga (Mempora), Imam Nahrowi berharap setiap daerah memiliki semangat untuk memberikan ruang yang luas kepada kehadiran pemuda.

"Pemuda bisa menjadi pelaku bagi peningkatan ekonomi maupun pemberdayaan yang lain-lain," ujar Imam pada acara inisiasi Kota Layak Pemuda 2016, di Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa (8/11/2016).

Disampaikan, ada beberapa indikator agar sebuah daerah bisa dicanangkan sebagai Kota Layak Pemuda. Diantaranya, adanya peraturan daerah tentang kepemudaan. Syarat lainnya, yaitu infrastruktur atau adanya ruang-ruang tempat ekpresi dan kreasi pemuda.

Juga kelembagaan, keaktifan organisasi dan komunitas-komunitas pemuda. Pemungkas yaitu kemandirian atau pemuda pelopor dalam hal usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Undang-Undang kepemudaan sudah ada tinggal Perda itu harus betul-betul dimulai, saya kira ini harus ada dukungan penuh dari pemerintah daerah legislatif," katanya.

Imam memberikan acungan jempol kepada Pemerintah Kota Bandung yang berani mengalokasikan tiga persen dari APBD untuk pemuda. Belum lagi kegiatan di masing-masing sektor maupun dinas yang betul-betul memberikan ruang yang luas bagi keterlibatan pemuda, baik dalam hal pelaksana maupun kebijakan-kebijakan yang lain.

"Demikian pula Bandung sudah memberikan ruang yang luas dan terbuka bagi lahirnya inovasi kreatifitas dan produk-produk kreatif yabg ditampilkan oleh anak muda," katanya.

Bila para pemimpin punya semangat yang besar, menurutnya, akan memberikan efek yang positif dari lahirnya regulasi, fasilitasi, anggaran, infrastruktur dan kemudah-kemudahan yang lainnya.

"Karenanya hari ini betapa penting dan sangat, strategis dan kedepan harus menjadi perhatian yang sangat serius untuk kita semua," pungkasnya.
Jurnalis : Rianto Nudiansyah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Rianto Nudiansyah
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: