SABTU, 12 NOVEMBER 2016

SAMPANG --- Kendaraan tradisional Delman atau yang dikenal dengan dokar rupanya masih diminati oleh masyarakat di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Kendaraan yang hanya mengandalkan tenaga kuda tersebut dapat melayani rute menuju pedesaaan dan hingga saat ini tetap bertahan dan menjadi salah satu transportasi alternatif.


Setiap hari pemandangan kota Bahari ini masih saja dihiasi banyaknya kendaraan Delman, terutama di saat pagi hari. Kendaraan yang dikenal dokar oleh masyarakat biasanya diminati oleh ibu-ibu yang hendak ke pasar untuk berbelanja. Ketika pagi hari, kendaraan tradisional tersebut hilir mudik membawa penumpang keluar masuk di pasar tradisional yang terletak di tengah kota.

Alhamdulillah sampai sekarang ini dokar masih banyak diminati oleh masyarakat, karena kendaraan tradisional ini merupakan alat transportasi alternatif yang bisa melayani rute hingga ke wilayah pedesaan. Makanya masih tetap bertahan meski saat saat ini sudah banyak transportasi modern yang lebih canggih,” kata M. Suli (46), salah seorang pemilik Delman di Kabupaten Sampang, Sabtu (12/11/2016).

Disebutkan, banyaknya warga yang berminat untuk mengenderai Delman bukan lantaran bisa mengantarkan penumpang ke wilayah pedesaan saja, melainkan juga tarif yang cukup murah. Penumpang hanya dikenakan tarif antara Rp.2000 hingga Rp.5000 per orang. Patokan harga itu disesuaikan dengan jarak tempuh tempat penumpang akan turun, hal itu memang cukup murah, karena kendaraan tradisional ini hanya mengandalkan tenaga kuda yang tidak membutuhkan bahan bakar.

“Jadi dokar ini bukan hanya beroperasi di wilayah perkotaan saja, tetapi dokar yang ada di berbagai kecamatan di daerah ini juga banyak. Sehingga sampai sekarang ketika melewati daerah ini pasti terlihat banyak dokar yang hilir mudik di sepanjang jalan,” jelasnya.


Sampai saat ini kendaraan tradisional Delman yang beroperasi di kota ada sekitar 40. Kemungkinan besar secara keseluruhan, delman yang ada kabupaten ini mencapai ratusan lebih, karena Delman yang beroperasi di berbagai kecamatan belum terhitung. 
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: