SENIN, 21 NOVEMBER 2016

SINTANG --- Kepemilikan senjata api atau senpi masih terjadi di desa di Kalimantan Barat. Peranan sosialisasi pun terus menerus dilakukan jajaran Tentara Nasional (TNI) agar tidak menyimpan atau memilikinya. Hal tersebut dikhawatirkan akan berbahaya bagi keselamatan jiwa dan tidak diperbolehkan menurut Undang-Undang.

Senpi pada saat diserahkan pada aparat TNI
Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XII/Tanjungpura, Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti, menyebutkan, jajaran Kodim 1205/Sintang menerima enam pucuk senjata api dari masyarakat desa di Kabupaten Sintang.

“Apong Manja, kepala dusun Mengkirai, Kayan Hilir, Kabupaten Sintang menyerahkan enam pucuk senjata yang bukan miliknya,” kata  Tri Rana Subekti, Senin (21/11/2016).

Dijelaskan, berdasarkan keterangan dari Apong, Senpi yang diserahkan ini berasal dari warga yang telah secara sukarela menyerahkan senjata api rakitan jenis lantak kepada Apong. 

“Lalu diserahkan kepada anggota Kodim 1205/Sintang Serma Edy dan serda Didik,” ucapnya menjelaskan.

Disebutkan, apa yang dilakukan oleh Kadus Mengkirai, patut dicontoh bagi masyarakat desa khususnya yang memiliki Senpi rakitan. 

Disebutkan juga, enam pucuk senjata api rakitan jenis lantak, sementara sekarang diamankan di gudang senjata Kodim 1205/Sintang.
Jurnalis : Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Istimewa
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: