RABU, 9 NOVEMBER 2016

MALANG --- Sebanyak 21 organisasi Cabang Olahraga (Cabor) beberapa hari yang lalu menyampaikan mosi tidak percaya kepada ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang. Mereka mengangap telah terjadi pelanggaran dalam proses pendaftaran calon ketua KONI.


Menanggapi adanya mosi tidak percaya, Asyari, ketua KONI kabupaten Malang memilih untuk tidak mengambil pusing, karena sampai saat ini dirinya maupun KONI sendiri sama sekali belum menerima surat apapun dari 21 Cabor tersebut.

"Sampai saat ini kami sama sekali belum menerima surat apapun dari 21 Cabor yang melakukan mosi tidak percaya," akunya saat melakukan jumpa pers di kantor KONI, Selasa (8/11/2016).

Oleh karena itu kami dari koni tidak akan menjelaskan lebih detail lagi terkait adanya mosi tidak percaya karena kami sendiri belum punya dasar untuk mengklarifikasi, yang jelas KONI menyikapi masalah ini secara bijak demi kepentingan atlit.

Lebih lanjut ia menganggap bahwa adanya mosi tidak percaya ini adalah sebagai salah satu dinamika organisasi yang menurutnya sah-sah saja dilakukan dan perlu terlalu dikhawatirkan.

"Kalau kami dari KONI sendiri sebenarnya hanya sebagai fasilitator bagi para atlit untuk meraih prestasi. Sedangkan jika mereka melakukan mosi tidak percaya hanya untuk memfasilitasi kepentingannya sendiri, hal tersebut yang sangat kami sayangkan," ungkapnya.

Sementara itu, ia juga menegaskan bahwa dengan adanya mosi tidak percaya tersebut sama sekali tidak akan mempengaruhi mengganggu rencana kegiatan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) tanggal 15 hingga 21 Desember 2016 mendatang. Karena KONI sendiri telah berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan atlit-atlit di Kabupaten Malang.

"Jangan sampai hanya karena kepentingan sesaat oleh orang-orang tertentu, justru bisa merugikan semua pihak," pungkasnya.
Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: