SABTU, 12 NOVEMBER 2016

WAIKABUBAK---Pernyataan dari umat Islam mengenai empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tungga Ika sudah final tidak usah diragukan sebab sudah terbukti sampai saat ini dan tidak pernah ternodai. Demikian disampaikan Ketua MUI kabupaten Sumba Barat, Abdullah A. Bamuallim dalam sambutannya saat acara sosialisasi arahan panglima TNI kepada seluruh elemen masyarakat di aula Makodim Sumba Barat, Sabtu (12/11/2016).


Dalam press release yang diterima Cendana News Sabtu  (12/11/2016) dari Kodim 1613 Sumba Barat, Ketua MUI mengatakan, hal ini sudah menjadi komitmen dari dalam hati umat Islam.

“Bahwa ada gerakan-gerakan yang mangatasnamakan Islam tidak sepenuhnya mewakili umat Islam secara keseluruhan,“ ujarnya.

Abdullah juga mengucapkan terimakasih atas inisiatif Dandim 1613 Sumba Barat dengan mengadakan pertemuan ini sehingga semua elemen bisa berkumpul untuk  membicarakan suatu yang teramat penting untuk kelangsungan hidup sebagai bangsa.

Apa yang sudah terjadi pada 4 November kemarin lanjutnya, adalah menuntut penegakan hukum bagi pelaku penistaan agama dan kegiatan tersebut disaksikan oleh semua masyarakat. Dirinya melihat di media asing kejadian tersebut seolah-olah itu merupakan gerakan Islam yang menolak calon gubernur yang beragama Kristen dan berentnis Cina.

“Padahal  gerekan tersebut meminta penegakan hukum penistaan agama bukan menolak calon gubernur yang beragama Kristen. Ini contoh upaya-upaya untuk memecah belah bangsa, menghasut dan memprovokasi dari pihak-pihak tertentu,” ungkapnya.

Masyarakat Sumba Barat pesan Abdullah, jangan membatasi diri. Masalah yang terjadi di daerah lain jangan  kita bawa ke daerah kita ini agar kita bisa bekerja dan melakukan aktififtas lainnya dengan tenang tanpa merasa terganggu dengan kejadian-kejadian yang terjadi di daerah lain.

Sementara itu ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumba Barat,: Pdt. Agustinus Ratu Ndima, S.Th menegaskan, dirinya berencana untuk mengajak seluruh FKUB tetapi masih menunggu waktu dari bupati Sumba Barat untuk menyikapi persoalan yang terjadi di negara ini.

“ Kami FKUB bersama alim ulama sepakat menjalin kerukunan antar umat beragama dan mengajak kepada para tokoh agama untuk menyampaikan kepada umat tentang kerukunan umat beragama, “ tegasnya.

FKUB di Sumba Barat terangnya, selama ini aktif apabila ada terjadi masalah dimana pihaknya bersama-sama turun untuk membantu aparat menyelesaikan persoalan. Bagi FKUB kerukunan adalah keutuhan kita bersama yang harus dipelihara.

Sedangkan Kepala Kesbangpol, Sape Pua Manung menyatakan sudah mendengarkan pengarahan dari Panglima TNI bahwa empat pilar bangsa adalah harga mati. Masalah atau peristiwa yang terjadi baik nasional ataupun internasional hendaknya kita mengetahuinya.


Khusus di wilayah Sumba Barat bebernya, kerukunan antar umat beragama masih terjalin dan terjaga dengan baik. Masalah yang terjadi di kecamatan Lamboya Barat  adalah masalah masyarakat setempat yang belum selesai yang kebetulan tempatnya berbatasan antar dua kabupaten.

“Perlu kita ketahui bersama saat ini masalah yang sedang dalam proses penyelesaian adalah tapal batas antara kabupaten Sumba Barat dengan Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya, “” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi ini, Dandim Sumba Barat Letkol Inf. Fifin Zudi Syaifudin, Kapolres Sumba Barat AKBP M.Erwin, Kasdim 1613 Sumba Barat bersama staff, tokoh agama, FKUB, MUI serta anggota Persit Kartika Candraa Kirana Kodim1613 Sumba Barat.
Jurnalis : Ebed de Rosary / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: