SABTU, 12 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pembantu Desa Sambirejo di Dusun Nglengkong, Sambirejo, Prambanan, Sleman, terpaksa tutup karena kondisi bangunannya yang memprihatinkan. Selain mengalami keretakan pada bagian dinding bangunan, beberapa sudut eternit juga berlubang.


Sejak awal bulan ini, Puskesmas Pembantu di Dusun Nglengkong yang biasa buka hari Senin dan Kamis setiap minggunya tak lagi melayani masyarakat. Pasalnya, fasilitas gedung yang sudah berusia tua dan banyak mengalami keretakan membuat takut para petugas dan masyarakat yang hendak datang meminta pelayanan.

Dikhawatirkan gedung yang dibangun sejak tahun 1986 tersebut sewaktu-waktu bisa runtuh, dan pecahan eternit bisa pula jatuh menimpa warga atau petugas. Tak hanya dinding dan eternit, kerusakan juga terlihat di sejumlah pintu yang mengalami keropos. Sementara itu, akibat lama tak beroperasi semakin membuat kondisi ruang pelayanan Puskesmas tersebut tampak kotor dan berantakan.

Sekretaris Desa Sambirejo, Mujimin, ditemui di lokasi pada Sabtu (12/11/2016) mengatakan, kondisi memprihatinkan itu sudah berlangsung lama. Karena semakin dirasa mengkhawatirkan, sejak awal bulan ini Puskesmas Pembantu tersebut terpaksa tutup. Pemerintah Desa sendiri, menurut Mujimin, tak bisa berbuat apa-apa karena tak memiliki kewenangan.


Saat masih beroperasi, lanjut Mujimin, Puskemas Pembantu Desa Sambirejo melayani warga dari sejumlah dusun di Kelurahan Sambirejo dan beberapa dusun lain di Kelurahan Gayamharjo. Dengan jumlah petugas sebanyak dua hingga empat orang, Puskesmas Pembantu Desa Sambirejo kala itu dirasa sangat membantu masyarakat.

"Karena itu, warga berharap Puskesmas Pembantu Sambirejo bisa diperbaiki dan kembali beroperasi," ujarnya.

Puskesmas Pembantu Desa Sambirejo merupakan satu dari empat Puskesmas Pembantu yang ada di Kecamatan Prambanan. Tiga Puskesmas Pembantu lainnya berada di Desa Madurejo, Wukirharjo, dan Gayamharjo. Sementara itu, Kecamatan Prambanan dengan kondisi geografi yang berbukit dan rawan longsor, terdiri dari enam Desa dan 68 Dusun.
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Koko Triarko
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: