SENIN, 28 NOVEMBER 2016
MANADO---Ratusan warga Sulawesi Utara (Sulut) yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Sulut untuk Damai Indonesia, menggelar unjuk rasa damai di kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sulut pada Senin (28/11/2016). Unjuk rasa damai dari warga Sulut yang berasal dari sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Adat menuntut pemerintah segera membubarkan ormas radikalisme, seperti FPI, rasisme dan terorisme karena mereka menilai sudah menganggu ketertiban umum dan bisa memecah bangsa. Selain itu pengunjuk rasa juga meminta, pemerintah dan seluruh masyarakat agar tetap menjaga negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) karena sudah menjadi harga mati.

Suasana aksi damai koalisi masyarakat Sulut.
"Kami mendesak pemerintah segera membubarkan ormas yang mengganggu NKRI karena bisa menjadi pemecah bangsa dan negara," kata pengunjuk rasa di kantor DPRD Sulut, Senin (28/11/2016).

Massa yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Sulut untuk Damai Indonesia.
Sementara itu dalam aksi unjuk rasa damai di kantor DPRD Sulut mereka juga membacakan pernyataan sikap, dan menyerahkan tuntutan kepada pihak DPRD Sulut yang diterima oleh Wakil Ketua DPRD, Wenny Lumentut. Usai menyerahkan tuntutan kepada Pimpinan DPRD Sulut massa pengunjuk rasa yang dikawal ketat oleh puluhan personil polisi kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Jurnalis: Ishak Kusrant / Editor: Satmoko / Foto: Ishak Kusrant



Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: