RABU 9 NOVEMBER 2016

LAMPUNG---Dalam rangka memanfaatkan lahan tidur yang ada di sekitar rumah dinas, kantor Koramil,kantor Kodim sekaligus mengenalkan kepada seluruh anggota jajaran Kodim 0421/LS yang meliputi wilayah dua kabupaten di Lampung terdiri dari sepuluh koramil yang ada di Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran  Kodim Lamsel melakukan kegiatan pembudidayaan tanaman jenis jahe merah dengan menggunakan media tanam polybag.

Budidaya jahe merah ala Kodim Lamsel.


Menurut koordinator penanaman jahe merah di Makodim 0421/LS Kapten Inf Norizwan Tamin mendampingi Dandim 0421/LS Letkol Arm Untoro Hariyanto,penanaman jahe merah pada tahap awal di lakukan di lingkungan Makodim sekaligus pelatihan kepada seluruh anggota Koramil. Menurutnya sebanyak beberapa kuintal bibit jahe merah disiapkan khusus dalam masa penyemaian dan dipindahkan saat mulai mengeluarkan tunas.

"Prosesnya cukup mudah dan bisa diterapkan di pekarangan rumah dinas,kantor atau lahan lahan tidur yang selama ini jarang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman produktif apalagi budidaya jahe merah tidak memerlukan penanganan yang sulit," terang koordinator penanaman jahe merah Kodim 0421/LS Kapten Inf Norizwan Tamin kepada Cendana News,Rabu (9/11/2016).

Kapten Norizwan Tamin yang juga merupakan Danramil 421/10 Katibung tersebut menerangkan media tanam menggunakan polybag juga dilakukan dengan memanfaatkan pupuk organik dari kotoran ternak dan pupuk kompos. Pada tahap awal penanaman di sekitar lahan Kodim disiapkan sebanyak 3000 kantong polybag yang diisi dengan tanah dan pupuk selanjutnya ditanami jahe merah yang sebelumnya sudah bertunas dan muncul daun muda.

Kantong berjumlah tiga ribu buah tetsebut disusun pada lokasi khusus sebagai tempat budidaya yang selama ini tak digunakan dan hanya merupakan lahan kosong yang ditanami pohon keras jenis mahoni. Pola penanaman dilakukan dengan cara menyusun polybag per tiga polybag diberi ruang berupan lorong dengan jarak sekitar 80 cm. Sementara itu khusus budidaya jahe merah Norizwan Tamin menerangkan menggunakan polybag yang berukuran 60 cm X 40 cm.

Secara rinci ia juga menerangkan kepada seluruh personil Koramil yang terlibat untuk menggunakan tanah khusus yang telah disiapkan. Komposisi tanah untuk media tanam tersebut diabtarabya verupa tanah humus, pupuk kandang,sekam padi dan pasir dengan komposisi 1 : 1 . Mula mula polybag diisi  dengan seperempat bagian tanah setelah dua bulan ditambah medianya menjadi tiga perempat bagian, setelah itu pada umur lima bulan polybag diisi penuh dengan tanah untuk proses pembubunan.

Untuk mengurangi masalah penyakit dalam polybag,sebelum bibit ditanam bibit terlebih dahulu direndam dengan perabgsang akar dan fungisida sehingga terhindar dari jamur dan mempercepat  tumbuhnya akar akar baru. Proses tersebut diterapkan dalam proses budidaya jahe merah yang juga akan diajarkan ke masyarakat di sejumlah wilayah Koramil setempat.

Proses budidaya jahe merah yang dimulai oleh seluruh Koramil dengan bibit beberapa kuintal tersebut juga menurut Norizwan Tamin telah dipikirkan terkait proses paska panen termasuk distribusi lanjutan. Ia bahkan memastikan kedepannya hasil produksi jahe merah direncanakan akan dilakukan kerjasama dengan perusahaan jamu sidomuncul yang merupakan produsen jamu dengan jahe sebagai bahan bakunya.

Proses penanaman pada awal pekan November ini menurut Norizwan diperkirakan produk atau budidaya jahe merah akan di panen antara delapan sampai sembilan bulan setelah penanaman atau pada bulan Juli tahun 2017. Budidaya yang dilakukan dengan estimasi dalam satu polybag berkisar antara 1,5 kilogram sampai dengan dua kilogram rimpang jahe dengan nilai penjualan dipasaran Rp20.000 per kilogram, bika harganya bagus bisa mencapai Rp40.000 per kilogram khusus untuk jahe merah.

Diharapkan dengan praktek langsung para prajurit bisa menambah nilai ekonomis keluarga prajurit melalui budidaya pertanian,terlebih lebih bagi anggota prajurit yang mendekati masa pensiun bisa memiliki kesibukan yang positif. Ia berharap dengan pola penanaman yang lebih bagus selain bisa menjadi investasi jangka panjang bagi prajurit juga bisa diajarkan ke masyarakat.

"Bagi anggota kami juga minta untuk menularkan ilmunya untuk budidaya jahe merah karena memiliki nilai ekonomis dan sumber penghasilan di bidang pertanian,"ungkap Kapten Inf Norizwan Tamin.

Ia juga berharap personil Koramil bisa memanfaatkan lahan tidak produktif untuk digunakan bagi penanaman jahe merah. Selain mudah proses pemeliharaan dan perawatan bisa digunakan untuk kesibukan saat libur dan sumber tabungan keluarga.

Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi

Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: