SELASA 15 NOVEMBER 2016

SAMARINDA --- Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) memberikan dukungan solidaritas, dan penguatan terhadap korban maupun keluarga, khususnya anak-anak yang telah menjadi korban bom di halaman gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, pada Minggu (13/11).

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait ketika sedang mengunjungi korban.
Dukungan itu dengan mengunjungi korban ke RSUD A Wahab Syahrani tempat dirawatnya korban, serta mengunjungi rumah duka korban meninggal, Intan Olivia Banjarnahor, hari ini (15/11).

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait mengungkapkan dalam kunjungannya ini untuk memantau langsung perkembangan korban peledakan terutama perawatan psikologis, setelah tindakan medis selesai. Hal ini dilakukan agar trauma psikologis korban tidak berkepanjangan.

"Korbannya anak-anak, yang kita jaga agar tidak ada trauma psikologis setelah tindakan medis selesai," katanya di sela kunjungannya di rumah sakit, Selasa (15/11/2016).

Pihaknya juga mengecam perbuatan sangat biadab, karena anak-anak terkena bom akibat unsur kesengajaan pelaku. Apalagi korbannya adalah anak-anak, dan satu anak meninggal karena bom tersebut.

"Kami mengecam perbuatan sangat biadab ini, anak-anak menjadi korban. Komnas PA juga mengecam segala bentuk aksi kekerasan terhadap anak," tandasnya.

Dalam kunjungannya bersama rombongan ke RSUD Wahab Syahrani Samarinda, Aries melihat langsung perkembangan kesehatan korban pemboman Trinity Hutahaya usia tiga tahun,  yang sudah mulai membaik dan bahkan sudah bisa berbicara.

Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: