SELASA, 15 NOVEMBER 2016


LAMPUNG --- Prihatin akan kondisi jalan di sejumlah wilayah khususnya di wilayah pedesaan dengan kerusakan yang sering terjadi akibat proses pengerjaan yang asal-asalan dan berkualitas jelek, Bupati Kabupaten Lampung Selatan, Dr. Zainudin Hasan, memastikan akan mengevaluasi pembangunan infrastruktur jalan di wilayahnya. Ia bahkan mengaku berdasarkan pengamatannya selama ini, beberapa pembangunan jalan lingkungan yang asal jadi mengakibatkan desa-desa yang ada di Lampung Selatan tidak maju karena akses jalan yang rusak dan berimbas bagi susahnya distribusi hasil pertanian serta aktivitas masyarakat menjadi terganggu. Ia mengistilahkan jalan kualitas lantasir dengan jalan yang didominasi pasir dan berdebu saat dilalui. Jalan lapen dengan jalan penuh kerikil, yang keduanya berbasis proyek, sehingga kerap kali rusak beberapa bulan setelah pengerjaan.

Ia mengaku, kondisi kerusakan jalan yang ada di kabupaten gerbang Krakatau tersebut, bukan menjadi rahasia umum lagi. Selalu rusak mulai dari jalan lingkungan, jalan kabupaten, jalan provinsi, hingga jalan nasional. Sebagai putra daerah yang berasal dari Desa Pisang Kecamatan Penengahan, ia mengaku akan menggulirkan program baru untuk meminimilasir bahkan menghapus penggunaan aspal dan mengganti pembangunan jalan lingkungan dengan sistem penggunaan paving. Paving yang dibuat dengan campuran semen, pasir, dan debu batu tersebut, dipastikan akan kuat dengan komposisi yang sesuai takaran dan dibuat oleh masyarakat dengan sistem swadaya.

"Kalau bukan masyarakat, siapa lagi yang akan mengerjakan, dan hasil yang bagus juga akan memberi dampak positif bagi masyarakat. Misalnya, ibu-ibu bisa berjualan sayur, kue-kue, dan anak-anak sekolah bisa berangkat ke sekolah dengan jalan yang bagus," ungkap Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan, dalam sambutan rangkaian haul pahlawan nasional asal Lampung Selatan Raden Intan II di Lamban Balak Desa Kuripan, Selasa (15/11/2016).
Bupati Lampung Selatan, Dr. H. Zainudin Hasan


Sesuai mekanisme dan dibahas dengan berbagai instansi desa, Zainudin Hasan mengungkapkan, penggunaan jalan paving tersebut telah sesuai dengan hitung-hitungan kekuatan konstruksi jalan yang sesuai standar. Ia bahkan membandingkan pembangunan jalan berbagai jenis di antaranya lantasir dan lapen yang selama ini menggunakan aspal selalu mengecewakan masyarakat. Upaya peralihan membangun jalan menggunakan paving blok yang dipadukan dengan pembuatan badan usaha milik desa (BUMDes), menurut adik kandung Ketua MPR Zulkifli Hasan tersebut, dipandang sebagai sebuah pemberdayaan yang berguna bagi masyarakat dan juga sumber pemasukan bagi desa setempat. Paving yang dibuat oleh Bumdes, selain bisa digunakan untuk pembuatan jalan-jalan lingkungan, maka bisa dijual bagi keperluan masyarakat rumah tangga yang juga akan menggunakan paving.
Kondisi jalan di sejumlah jalan desa di Lampung.



Imbas positif dengan kondisi jalan yang bagus, tanpa lubang, akan meningkatkan perekonomian setiap desa sehingga pembangunan di bidang lain akan semakin terdukung. Salah satu program yang digulirkan dan sudah berjalan di setiap kecamatan hingga desa adalah perpustakaan seru (perpuseru) yang ada di Kecamatan Tanjungbintang, Kalianda, Penengahan. Ke depan dengan kondisi jalan-jalan lingkungan dan jalan desa yang bagus, maka setiap desa akan memiliki satu perpustakaan dan beberapa unit komputer yang terkoneksi ke internet. Bisa juga digunakan untuk mencerdaskan kehidupan generasi penerus bangsa.

"Itulah menjadi pahlawan zaman sekarang. Melanjutkan pembangunan yang baik di segala bidang untuk memajukan bangsa dan negara hingga ke desa-desa," ungkap bupati yang menggaungkan semangat bangun desa tersebut.
Pembuatan paving blok dalam program BUMDes di Desa Pasuruan, sesuai instruksi Bupati Lampung Selatan.


Ia juga mengungkapkan, masyarakat bisa menjaga kualitas jalan-jalan yang ada dengan tidak melewati jalan dan jembatan yang memiliki kekuatan tonase kecil dengan membawa kendaraan dengan tonase di atas 5 ton. Penggunaan pembuatan jalan lingkungan dengan paving, menurut Zainudin, telah melalui proses hitung-hitungan. Baik dalam sisi efisiensi anggaran serta efisiensi kekuatan konstruksi yang akan dibuat. Ia mengungkapkan, proses pembuatan paving blok dengan kualitas yang baik dengan mampu menahan beban hingga beberapa ton, hanya memerlukan biaya sekitar Rp 125 ribu per meter. Sementara, penggunaan aspal memerlukan biaya lebih mahal.

Konstruksi paving blok tersebut, ungkap Zainudin, memiliki keuntungan antara lain pada saat proses pemasangan paving blok cukup mudah. Karena bisa dikerjakan tanpa menggunakan alat berat. Beda seperti saat pengerjaan jalan aspal jenis lantasir. Pemasangan lebih mudah juga karena bisa dibongkar pasang bila mengalami kerusakan. Konstruksi paving blok juga memiliki daya tahan cukup baik dalam menahan beban statis dan memiliki banyak pori serta celah sehingga air bisa cepat meresap ke tanah. Meski demikian, ia berharap, kendaraan yang melintasinya harus merupakan kendaraan dengan tonase terukur.

Hitung-hitungan lain dari penggunaan paving, di antaranya mudahnya perawatan pada setiap meter paving blok yang rusak. Bisa diganti dengan paving yang baru. Setiap kepala desa, diharapkan Zainudin, mampu untuk transparan dalam penggunaan dana desa (DD) dan melakukan pembangunan yang berguna untuk kepentingan masyarakat banyak karena uang yang digunakan merupakan uang negara. Selain itu, ia berharap, masyarakat bersama-sama menjaga kualitas jalan di setiap lingkungan yang telah dibangun dengan menggunakan anggaran tahun sebelumnya dan telah menggunakan aspal agar tidak cepat rusak.
                                    Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko/ Foto: Henk Widi



Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: