JUMAT, 18 NOVEMBER 2016

JAKARTA --- Beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah dimintai keterangan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan kasus perkara korupsi proyek pengadaan alat-alat sekolah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kebumen, Jawa Tengah, dengan nilai total anggaran sekitar 4,8 miliar Rupiah.

Yuyuk Andriati, Plh Kabiro Humas KPK di Gedung KPK Jakarta
Beberapa orang yang akan diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK tersebut salah satunya adalah Dian Lestari Subekti, yang pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Kebumen yang juga sekaligus sebagai salah satu Anggota DPRD Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Selain itu penyidik KPK direncanakan juga akan melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan terhadap Qolbin Salim, yaitu seorang karyawan swasta yang diduga mengetahui terkait dengan kasus perkara dugaan suap tersebut. Qolbin Salim akan diperiksa sebagai saksi untuk tiga orang yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing adalah Hartoyo, Sigit Widodo dan Yudhy Tri Hartanto.

Yuyuk Andriati, Plh Kabiro Humas KPK mengatakan "hari ini penyidik KPK sedang memeriksa dan meminta keterangan seorang Anggota DPRD Kabupaten Kebumen Jawa Tengah yang bernama Dian Lestari Subekti dan Qolbin Salim, yang tak lain adalah pegawai swasta, keduanya akan bersaksi untuk tiga orang yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan perkara suap proyek lelang tender pengadaan alat-alat sekolah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah," katanya kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta, Jumat (18/11/2016).

Sebelumnya diberitakan, petugas KPK mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat atau melakukan suap senilai 70 juta Rupiah terkait dengan pemenangan proyek lelang tender alat-alat sekolah di Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Penyidik KPK hingga saat ini tercatat telah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka, antara lain YTH, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen. SW, oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Kebumen dan H, Direktur Utama PT. OSMA Group sebagai pihak yang diduga telah memberikan uang suap senilai 70 juta Rupiah.
Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Eko Sulestyono
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: