KAMIS 10 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan penerimaan suap yang menjerat Nur Alam yang hingga saat ini masih merupakan Gubernur aktif Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus ditelusuri dan didalami oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nur Alam telah ditetapkan sebagai tersangka, namun hingga kini yang bersangkutan belum ditahan oleh pihak penyidik KPK.

PLH Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati.
Penyidik KPK hari ini memanggil dan meminta keterangan seorang pengusaha tambang bernama George Hutama Rikwantyo sebagai saksi untuk tersangka Nur Alam. George Hutama Rikwantyo belakangan diketahui sebagai bos atau pemilik perusahaan tambang PT. Kembar Emas Sultra yang selama ini beroperasi dalam bidang pertambangan di Provinsi Sulawesi Tenggara.

PT. Kembar Emas Sultra belakangan diduga termasuk salah satu diantara sekian perusahaan pertambangan yang diuntungkan terkait dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) terkait dengan perizinan usaha pertambangan di Provinsi Sulawesi Tenggara yang sebelumnya telah dikeluarkan secara resmi oleh Nur Alam dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara.

Sebelumnya diberitakan bahwa Gubernur Sultra Nur Alam diduga menerima suap dari berbagai perusahaan tambang yang selama ini beroperasi di Provinsi Sulawesi Tenggara. Pemberian suap tersebut diduga sebagai imbalan terkait dengan keluarnya sejumlah Surat Keputusan (SK) penerbitan izin usaha pertambangan yang dikeluarkan oleh Nur Alam kepada beberapa perusahaan pertambangan yang beroperasi di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penyidik KPK menduga bahwa total aliran dana yang selama ini diberikan oleh sejumlah perusahaan pertambangan kepada Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam dalam 5 tahun terakhir ini nilainya diperkirakan sangat "fantastis", yaitu sekitar 4,5 juta United States Dolar (USD) atau sekitar 58,5 miliar Rupiah apabila dihitung dengan menggunakan dasar perhitungan kurs perbandingan mata uang saat ini, yaitu Rp13.000 per 1 USD.

Yuyuk Andriati, PLH Kabiro Humas KPK mengatakan "penyidik KPK saat ini sedang meminta keterangan George Hutama Rikwantyo, yang dikenal sebagai pemilik atau bos perusahaan tambang PT. Kembar Emas Sultra, dirinya diperiksa terkait bagaimana mekanisme proses keluarnya perizinan dan apakah ada kemungkinan aliran dana terkait keluarnya perizinan tersebut, yang bersangkutan diperiksa penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam" katanya kepada wartawan, berapa waktu yang lalu di Jakarta.

Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto; Eko Sulestyono
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: