KAMIS, 24 NOVEMBER 2016
SOLO---Terjerat kasus hukum hingga harus mendekam di penjara, menjadi kondisi berat yang harus dilalui para tahanan narapidana. Namun, hal ini rupaya tidak diambil pusing oleh salah satu tahanan di Polres Klaten, Jawa Tengah, yang memilih berkreasi untuk membunuh waktu saat menjalani hukuman.

Dialah Arjunanto, seorang narapidana di Polres Klaten, yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan karena hasil kreasi tangannya cukup apik dan menarik. Tak hanya itu, dengan menggunakan barang-barang bekas, pria 46 tahun itu mampu menciptakan kerajinan tangan yang bernilai jual tinggi.

“Awalnya hanya iseng saja, daripada tidak ngapa-ngapain di dalam sel. Saya hanya coba-coba bikin sesuatu dan hasilnya lumayan,” ucap Arjuna kepada awak media, Kamis (24/11/16).

Arjuna dan kreasi kerajinan yang dibuatnya.
Dengan berbekal kertas, kardus, lem maupun perlengkapan seadanya, Arjuna dengan cukup cekatan merangkai dan membuat kerajinan bernilai seni. Seperti miniatur kapal, celengan, lampion hingga tanaman plastik hias. Hasil kreativitas napi yang tersandung kasus penggelapan itu sudah diakui sesama rekan napi.

“Bahkan, pak polisi juga banyak yang meminta dibuatkan. Ada yang minta dibuatkan miniatur becak, kapal, bola, dan lain sebagainya,” paparnya.

Kapal-kapalan bercita rasa seni tinggi buah tangan Arjuna.
Warga Boyolali Jawa Tengah itu mengaku mempunyai keahlian membuat kerajinan itu berbekal dari pengalamannya saat di Yogyakarta. Sering berkumpul dan bermain dengan rekan-rekan di Malioboro, Yogyakarta, membuat Arjuna mampu mengasah keterampilan membuat kerajinan tangan.

“Yang penting ada bahannya, saya buatkan,” lanjut Arjuna.

Selama 29 hari menjalani hukuman di Rutan Polres Klaten, Arjuna telah menghasilkan 50 buah celengan dan lampion. Hasil kerajinan itupun dibagikan secara gratis kepada rekan-rekannya, pengunjung, petugas maupun yang menginginkan hasil karyanya.

“Saya juga dibantu teman sesama napi yang lain. Daripada hanya melihat saja, mereka mulai belajar juga,” urainya.

Arjuna sedang menjelaskan kepada awak media soal kreasi kerajinan yang dibuatnya.
 Arjuna bersama rekan napi lain sudah dapat membuat 3 miniatur kapal dalam sehari dan 2 tanaman hias dari plastik.  Arjuna yang sebelumnya merupakan buruh sadap karet di Jambi tersebut, mengaku menyesal atas perbuatannya dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya lagi.

“Beruntung petugas rutan juga mendukung saya dalam membuat kerajinan. Sehingga waktu longgar banyak dimanfaatkan untuk membuat kerajinan tangan,” imbuhnya.

Selepas menjalani hukuman, Arjuna mengaku akan berjualan angkringan nasi kucing dan pulang ke rumahnya sendiri di Boyolali.

“Saya cuma ingin membeli gerobak angkringan dan berjualan di rumah saya di Boyolali. Untuk membuat kerajinan saya  tularkan pada teman-teman di sini (Rutan Polres). Kalau ada pesanan juga akan saya buatkan,” pungkasnya.

Jurnalis: Harun Alrosid / Editor: Satmoko / Foto: Harun Alrosid
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: