JUMAT 18 NOVEMBER 2016

JAYAPURA --- 'Untuk-Mu Papua' itulah lagu yang diciptakan tentara yang satu ini, Letnan Kolonel Infanteri Kohir yang kini mengemban tugas sebagai Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122 Tombak Sakti.  Kesehariannya ia menjaga perbatasan negara di ujung timur Indonesia.

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122 Tombak Sakti Letnan Kolonel Infanteri Kohi.


Segudang program terus ia kerjakan bersama-sama masyarakat perbatasan Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura dan Scofro, Arso Timur, Kabupaten Keerom terus dijalankan. Salah satu yang paling menonjol, dirinya bersama-sama masyarakat menancapkan 1945 bendera merah putih dalam rangka HUT RI ke-71 tahun ini.

Melihat kondisi dan persoalan yang ada di tengah masyarakat perbatasan negara, dirinya terpanggil untuk membuat sebuah lagu yang diberi judul 'Untuk-Mu Papua' lagu tersebut sebagai satu kebanggaan dan kecintaan dirinya terhadap masyarakat Papua secara khusus masyarakat perbatasan RI-PNG.

"Saya terinspirasi karena selama empat bulan mengabdi di Papua, dan sampai saat ini masih bertugas. Selama empat bulan mengabdi masih banyak yang harus saya lakukan," kata Letkol Inf Kohir, Jumat (18/11/2016).

Walaupun sebagai pimpinan satgas pamtas, pria berusia 39 tahun ini merasa masih ada yang kurang mendekatkan diri kepada masyarakat Papua. "Saya pernah tugas di Aceh, Kalimantan, Ambon. Tapi Papua ini meluluhkan hati, saya cinta Tanah Papua akan masyarakatnya yang ramah dan sopan," ujarnya.

Tak hanya pandai membuat lirik lagu, Komandan yang satu ini juga pandai pula melantunkan lagu-lagu bernada tinggi. Ia berkeinginan membuat sebuah album sekaligus video clip yang berisikan lagu soal kehidupan sehari-hari masyarakat Papua khususnya di perbatasan RI-PNG.

"Lagu ini saya ciptaan sendiri sebagai ungkapan rasa tulus dan ikhlas bakti prajurit TNI di tanah pusaka ujung negeri. Inginnya sih mau buat album bersama masyarakat," tuturnya.

Tiada hari tanpa kreatifitas, tanpa menyampingkan tugas pokok utama menjaga kedaulatan NKRI di ujung timur Indonesia. Mungkin, inilah yang menjadikan masyarakat perbatasan RI-PNG mencintai satuan tersebut.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Editor: Irvan Sjafari/Foto:Indrayadi T. Hatta
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: