SENIN, 7 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Kelompok Wanita Tani Maju Lestari Dusun Kranon, Kepek, Wonosari, menjadi KWT penerima dana bantuan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), lantaran dinilai berhasil dan berpotensi mampu mengembangkan lingkungannya menjadi kawasan rumah pangan lestari melalui kegiatan bercocok-tanam.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto kunjungi Kelompok Wanita Tani Maju Lestari Dusun Kranon, Kepek, Wonosari
KWT Maju Lestari dipercaya mengelola dana bantuan program KRPL dari Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Dan Ketahan Pangan, tidak lain karena kerja keras para ibu anggota KWT Maju Lestari yang sejak tiga tahun lalu susah payah membangun kekompakan untuk memanfaatkan tanah pekarangan menjadi lahan pertanian produktif.

Ketua KWT Maju Lestari, Suharti Supoyo mengatakan, saat ini anggota KWT Maju Lestari ada sebanyak 33 orang, terdiri dari warga Rukun Tetanga (RT) 3 dan 4 Rukun Warga 9 Dusun Kranon. 

"Kelompok pada awalnya hanya beranggotakan 15 orang, dengan modal iuran hanya sebesar Rp. 68.000,"sebutnya di sela kunjungan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, Senin (7/11/2016) .

Di awal berdirinya itu, kata Suharti, KWT Maju Lestari mendapatkan bantuan tanah bengkok atau tanah kas dusun seluas 600 meter persegi, yang dikelolanya untuk menanam jagung manis dan terong yang ditanamnya secara tumpang sari. Pada tahun kedua, dari hasil pengolahan lahan itu kelompoknya mampu mendapatkan hasil panen senilai Rp. 2,6 Juta.

"Hasil itu kami pakai untuk pengembangan, antara lain membuat rumah bibit dan pengadaan lahan dengam cara sewa," ujarnya.

Dengan keberhasilan mengolah lahan itu, KWT Maju Lestari lalu dipercaya mengelola dana bantuan program KRPL senilai Rp. 15 juta. Dana bantuan itu kemudian digunakan untuk memperbaharui rumah bibit beragam tanaman, membuat hidroponik dan sewa lahan seluas 900 meterpersegi yang saat ini ditanami jagung manis, tomat, sawi, toga dan cabe serta lainnya, yang ditanam secara tumpang sari, sehingga bisa berkelanjutan.

Suharti mengatakan, program KRPL diakui sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, hasil panen selalu habis diborong warga dan pedagang.


Diakui Suharti, KWT Maju Lestari yang diresmikan pendiriannya pada 5 Mei 2013, pada awalnya mengalami sejumlah kendala. Paling sulit adalah mengajak para ibu untuk turut serta dalam program tersebut. Namun dengan kerja keras dan pembagian tugas dengan jadwal piket, kekompakan warga lambat laun terbentuk dengan sendirinya.

"Dalam pelaksanaannya, kami juga selalu mendapatkan pendampingan dari petugas penyuluh lapangan, yang membimbing serta mengajari kami cara bercocok-tanam sehingga bisa berhasil," ungkapnya.

Dengan adanya program KRPL, Suharti dan para ibu lainnya mengaku semakin bersemangat mengembangkan kelompok taninya. Ia pun berharap, agar kunjungan Titiek Soeharto bisa berkesinambungan, sehingga kemajuan dan kontinyuitas program bisa terjamin selamanya.
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Koko Triarko
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: