SENIN 21 NOVEMBER 2016

LAMPUNG---Isu lingkungan hidup terkait sumber sumber kehidupan, hutan, krisis lingkungan hidup akan menjadi pokok bahasan dalam kegiatan Biennial General Meeting (BGM-FoE International) yang akan digelar oleh Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Lampung. Sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan simposium para pemerhati lingkungan hidup dari seluruh dunia, Ir.Erlan Murdiantono selaku asisten bidang ekonomi pembangunan Setdakab Lampung Selatan mengungkapkan Lampung Selatan sangat cocok menjadi tuan rumah sekaligus memperkenalkan keberagaman alam (biodeversity) yang ada di Lampung Selatan terutama yang memiliki warisan alam dunia, yaitu Gunung Krakatau.

Kondisi hutan mangrove di Pantai Lampung Selatan.


Mantan PLt Sekdakab Lampung Selatan tersebut mengungkapkan penyelenggaraan simposium internasional BGM-FoE tersebut beberapa tempat akan dijadikan lokasi simposium di antaranya Bandarlampung dan juga Lampung Selatan. Kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut diantaranya berupa Excom FoE International Meeting, IPM Meeting, School of Sustainability dan International Simposium. Kegiatan tersebut sangat penting dilakukan terutama di Lampung Selatan karena memiliki peran strategis yang sangat penting mengingat Lampung Selatan merupakan kabupaten gerbang Sumatera.

"Lampung Selatan memiliki keberagaman alam mulai laut, gunung, dataran rendah dan isu isu lingkungan sangat mengena untuk dibahas dan didiskusikan selain itu Lampung Selatan sekaligus menjadi destinasi wisata terutama peserta yang akan ikut berasal dari banyak negara yang akan kita ajak mengenal destinasi wisata di Lampung Selatan,"ungkap Erlan Murdiantono saat dikonfirmasi melalui selulernya, Senin (21/11/2016).

Erlan mengungkapkan isu isu lingkungan yang akan dibahas di simposium Internasional tersebut sekaligus menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan lingkungan hidup dan dalam penerapan kebijakan. Sebab selama ini isu lingkungan selalu bersentuhan dengan pembangunan, perizinan dan kebijakan kebijakan pemerintah yang menyentuh masyarakat dan lingkungan. Sebagai langkah konkrit kepedulian Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam isu lingkungan, Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan, ungkap Erlan, akan menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut.

Sebanyak 150 pemerhati lingkungan akan turut serta menggikuti simposium tersebut mulai (23/11) hingga (4/12) mendatang dan merupakan perwakilan dari perwakilan Walhi yang ada di 28 provinsi, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten /Kota se-Provinsi Lampung, akademisi, pegiat lingkunganm media dan sebanyak 74 negara diantaranya dari negara negara regional Afrika, negara negara regional Eropa dan negara negara ASEAN. Kegiatan yang akan dilakukan pertama kali di Lampung Selatan tersebut pada pekan keempat bulan November tersebut menurut Erlan sekaligus akan menjadi sebuah promosi kepada peserta tentang kekayaan alam Lampung Selatan dan keindahan yang tersaji dalam sejumlah destinasi wisata.

Terkait pelaksanaan simposium internasional tentang lingkungan tersebut, dalam keterangan tertulisnya Direktur Eksekutif Daerah Walhi Lampung, Hendrawan,mengungkapkan kegiatan tersebut digelar bertujuan membangun kesepahaman bersama dalam rangka mengelola sumber sumber kehidupan dan sekaligus mengatasi krisis lingkungan hidup yang terjadi.

Penebangan kayu di wilayah Register 1 Way Pisang yang digunakan masyarakat untuk lahan pertanian.


Selain itu lanjutnya kegiatan simposium para pemerhati lingkungan seluruh dunia tersebut ikut mengawal komitmen pemerintah khususnya Indonesia dalam mengimplementasikan kebijakan 12,7 juta hektar hutan untuk rakyat bagi kepentingan komunitas yang selama ini memperjuangkan haknya. Sebagai langkah nyata melakukan kegiatan simposium sekaligus melihat dari dekat isu isu lingkungan, kegiatan di Provinsi Lampung akan diselenggarakan di Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Lampung Selatan dan ibukota Bandarlampung.

"Kami selaku pelaksana kegiatan berharap Pemkab Lampung Selatan memberikan dukungan sehingga hasil yang diperoleh dari kegiatan BGM-FoE International yang akan diselenggarakan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas dan Lampung Selatan pada khususnya,"ungkap Hendrawan.

Peserta simposium juga akan melakukan kunjungan ke KPHP Gedong Wani yang merupakan kawasan hutan produksi tetap di Lampung dan melakukan kunjungan ke Desa Gebang dan Desa Hanura di Kabupaten Pesawaran dalam rangka tata kelola desa pesisir dan hutan. Selain itu beberapa tempat di Lampung Selatan juga dipastikan akan dikunjungi karena Lampung merupakan salah satu provinsi yang maju dalam bidang kehutanan sosial.

Isu lingngkungan_Kondisi pantai Barat Lampung yang dipenuhi sampah akibat pembuangan sampah melalui sungai yang mengotori laut.


Berdasarkan pantauan Cendana News, isu isu lingkungan di Lampung Selatan yang memiliki garis pantai cukup panjang, pegunungan memiliki berbagai permasalahan lingkungan diantaranya rusaknya kawasan pantai akibat penebangan hutan mangrove secara masif di pantai Timur. Abrasi pantai yang terjadi di pantai Timur bahkan pernah mendapat survei dari WALHI dan dilakukan penanaman pohon bakau meski akhirnya berbagai kendala mengakibatkan program tersebut tidak berhasil sekaligus semakin banyaknya pemanfaatan pantai untuk tambak dan pelabuhan. Selain itu lokasi lokasi pertambangan di Lampung Selatan yang merusak lingkungan pun menjadi persoalan yang akan dibahas dalam simposium tersebut.

Jurnalis : Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: