SENIN 28 NOVEMBER 2016

SUMENEP --- Pengembangan Bandara Trunojoyo Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus dilakukan. Salah satunya dengan menambah panjang landasan pacu (Runway) agar dapat mengoperasikan jenis pesawat yang lebih banyak menampung penumpang, sehingga pada 2016 nanti lapangan tersebut akan menjadi bandara komersil yang juga melayani rute penerbangan lebih banyak lagi dibanding dengan sebelumnya.

Bandara Trunojoyo Kabupaten Sumenep.
Perpanjangan landasan pacu di bandara ujung timur Pulau Madura ini saat ini sudah selesai, dari semula yang hanya sepanjang 1300 Meter, kini sudah menjadi 1600 meter. Sehingga dengan panjang tersebut pesawat yang menampung kapasitas penumpang sebanyak 72 orang dapat beroperasi, sedangkan sebelumnya keberedaan bandara tersebut hanya bisa dioperasikan pesawat yang menampung penumpang sebanyak 15 orang.

"Jadi nanti pada  2017 Bandara Trunojoyo akan menjadi bandara komersil, karena landasan pacu sudah ditambah dari yang sebelumnya. Sehingga sekarang dengan perpanjangan Runway itu sudah bisa beroperasi pesawat jenis ATR 72 yang mampu menampung penumpang sebanyak 72 orang," kata Moh. Fadillah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep, Senin (28/11/2016).

Disebutkan, bahwa beberapa tahun lalu Bandara Trunojoyo sudah beroperasi dan melayani angkutan penumpang dengan menggunakan pesawat jenis Twin Otter yang hanya mampu menampung penumpang maksimal sebanyak 15 orang. Maka dari itu, adanya penambahan landasan pacu tersebut dapat menjadikan bandara yang semula perintis menjadi komersil agar bisa melayani penerbangan setiap hari.

 "Nanti ketika sudah menjadi bandara komersil rute penerbangan akan ditambah ke beberapa daerah, seperti Jakarta, Kalimantan dan Bali. Itupun harga tiketnya tarif ekonomi yang hanya sekitar Rp. 400.000 per orang," jelasnya.

Apabila nanti bandara yang ada di daerah ini sudah menjadi bandara komersil pasti dijalankan secara maksimal, mengingat daerah ini memiliki kekayaan potensi wisata yang dapat menarik daya minat wisatawan untuk berkunjung. Sehingga kemungkinan besar transportasi udara akan selalu diminati untuk mempercepat waktu perjalanan masyarakat hendak ke daerah ini maupun ke luar daerah.

Jurnalis: M.Fahrul/Editor: Irvan Sjafari/Foto: M.Fahrul
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: