RABU 30 NOVEMBER 2016

YAHUKIMO --- Pada tulisan sebelumnya, uang pecahan kecil berjumlah satu miliar lima ratus lima puluh lima juta tujuh ratus ribu rupiah yang dibawa, telah berkurang sebagian. Selanjutnya tim membuka lapak kas keliling di Pasar Lama Dekai.

Uang Pecahan Kecil dikemas dalam beberapa koli tiba di cargo Bandara Moses Kilangin, Timika, Papua
Selang setelah itu, sekitar pukul 16.25 WIT kas keliling membuka lapak didalam sebuah mobil sementara masyarakat yang hendak menukarkan uangnya harus melalui jendela mobil, mengingat waktu semakin sore jelang malam.

Satu jam lebih di pasar tersebut, uang pecahan kecil itupun dibawa tim kas keliling menuju kantor Bank Papua Cabang Dekai. Di situlah transaksi penukaran uang kecil dilakukan khususnya bagi Bank Papua dan unit Bank Rakyat Indonesia (BRI) Dekai menukarkan uang besar mereka ke kas keliling tersebut.

Hingga pukul 20.35 WIT malam, transaksi penukaran uang pecahan kecil antar kas keliling Bank Indonesia perwakilan Papua dengan Bank Papua dan BRI unit Dekai ini selesai dan selanjutnya tim kas keliling merapikan dan memilah pecahan-pecahan uang lusuh serta uang yang tak layak edar lainnya.

Selanjutnya tim kas keliling merapikan dan memilah pecahan-pecahan uang lusuh serta uang yang tak layak edar lainnya. Keesokan harinya, Minggu (27/11/2016) tim kas keliling tak dapat melakukan perjalanan pulang, lantaran di Kabupaten Yahukimo tak ada aktivitas penerbangan. Tim pun beristirahat untuk menunggu penerbangan dibuka keesokan harinya.

Tepat pukul 07.00 WIT, Senin (28/11/2016) tim bertolak dari tempat penginapan Wisma Sava Agape Dekai tepatnya di jalan pemukiman jalur 3, Dekai, Yahukimo menuju kantor cabang Bank Papua, untuk mengambil uang yang dititipkan sementara di bank tersebut.

Tim yang berjumlah tujuh orang ini pun berhasil terbang menggunakan pesawat carteran Caravan Susi Air dari Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo menuju Bandara Moses Kilangain terminal III, Kabupaten Timika dengan perjalanan kurang lebih satu jam.

Setibanya di Timika, petugas Bank Indonesia perwakilan Papua merapikan uang berbagai pecahan dan memeriksa keseluruhan fisik serta memilahnya. Modal uang pecahan kecil sebesar Rp1.555.700.000 itu, kembali dengan uang nominal yang sama, namun fisik uang yang berbeda serta nominal besar Rp100.000 dan Rp50.000 sementara nominal Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000 dan Rp1000 sebaian besar lusuh dan ada juga yang tak layak pakai ataupun edar.

 “Peran kami untuk menyediakan ketersedian uang pecahan kecil dari Rp20 ribu sampai uang logam 50 rupiah agar tersedia di Yahukimo dalam membantu proses pengembalian uang kecil dalam transaksi pembelian BBM. Tujuan kami sebagai perpanjangan tangan membantu program pemerintahan Jokowi tentang BBM satu harga di Papua,” kata Koordinatortim kas keliling BI perwakilan Papua, Anru L. Sinambela.

Merapikan uang kecil.
Lima jam lamanya merapikan uang berbagai pecahan dan memeriksa keseluruhan fisik serta memilahnya. Tim kembali beristirahat pada salah satu hotel di Timika dank keesokan harinya, Selasa (29/11/2016) tim berhasil terbang dari Timika ke Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, yang selanjutnya tim melakukan perjalanan darat menuju Kota Jayapura tepatnya kantor Bank Indonesia perwakilan Papua.

Hingga kini, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Papua telah melakukan kas keliling penukaran uang pecahan kecil di dua kabupaten yakni Boven Digul dan Kabupaten Yahukimo, selanjutnya akan ke kabupaten-kabupaten yang ada ada di daerah pegungan tengah maupun pesisir yang terdaftar sebanyak 19 kabupaten/kota.





Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Indrayadi T Hatta
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: