MINGGU, 13 OKTOBER 2016

SAMPANG --- Lima desa dan tiga kelurahan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terus menerus menjadi langganan banjir pada saat musim hujan. Hal itu diakibatkan karena wilayah tersebut merupakan daerah cekungan, sehingga apabila diguyur hujan dengan waktu lama dan intensitas cukup tinggi sungai yang berada di tengah kota itu tidak mampu menampung air dan akhirnya meluap hingga merendam rumah-rumah penduduk.


Sejak puluhan tahun silam, daerah yang dikenal dengan kota Bahari ini memang menjadi langganan banjir, sehingga penderitaan masyarakat yang menjadi langganan banjir tak kunjung berakhir. Hal itu seringkali dialami oleh ribuan Kepala Keluarga (KK) yang berada di lima desa dan tiga kelurahan, diantaranya, Desa Kamoning, Tanggumong, Pasean, Panggung dan Gunung Maddah, sedangkan untuk kelurahan yaitu, Kelurahan Dalpenang, Rongtengah dan Kelurahan Gunung Sekar.

“Banjir bagi masyarakat di daerah ini sudah menjadi agenda rutin setiap musim hujan, biasanya yang menjadi langganan banjir ada lima desa dan tiga kelurahan. Sehingga secara keseluruhan ada delapan daerah yang terdiri dari desa dan kelurahan, daerah itu memang tidak pernah terhindar dari banjir,” kata Fatimah (35) salah seorang warga Kota Sampang, Minggu (13/11/2016).

Disebutkan, ketinggian banjir yang melanda desa dan kelurahan cukup bervariasi sesuai letak ketinggian daerah itu sendiri, bahkan ada yang ketinggian airnya mencapai 70 sentimeter. Bahkan apabila disusul dengan adanya hujan, ketinggian banjir yang melanda daerah ini akan mengalami peningkatan, sehingga masyarakat berada di lokasi dampak banjir hanya bisa berharap air yang menggenangi agar segera segera surut.


“Biasanya ketinggian banjir ini akan terus mengalami peningkatan, apalagi bersamaan dengan pasangnya air laut, sehingga genangan banjir ini sangat lambat keluarnya dari sungai. Karena daerah yang tergenang banjir ini merupakan daerah rendah yang lebih tinggi air laut,” jelasnya.

Mereka hanya bisa berharap dalam kondisi yang sudah sekian kalinya ini tidak disusul dengan turunnya hujan, sehingga banjir yang telah merendam kota tersebut tidak semakin meluas.
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: