SABTU, 12 NOVEMBER 2016

LOMBOK TIMUR---Untuk menjaga dan melindungi beberapa titik mata air yang terdapat di kawasan hutan sekitar, selain meminta bantuan pemerintah untuk melakukan pengawasan dan penindakan pelaku perambahan dan pemblakan kawasan hutan.


Kepala Desa (Kades), Lendang Nangka, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu. M. Isnaini juga intensif melakukan pendekatan kepada masyarakat, termasuk dengan menggandeng tokoh masyarakat dan pemuda setempat, untuk secara bersama - sama menjaga kelestarian kawasan hutan.

"Melindungi mata air yang ada dari ancaman kepunahan, tidak cukup hanya dengan penindakan hukum, tapi pendekatan persuasif lebih akan mengena membangun kesadaran masyarakat, akan pentingnya menjaga kelestarian hutan, supaya mata air yang ada bisa tetap terjaga" kata Isnaini, Sabtu (12/11/2016).

Meski demikian, ia pun mengaku tidak mudah membangun kesadaran masyarat, terbukti ada beberapa masyarakat yang masih saja menggali batu di kawasan hutan tersebut, sehingga sangat membahayakan kawasan mata air di Lendang Nangka.

Padahal mata air, selain memenuhi kebutuhan air bersih dan pertanian Desa Lendang Namgka, sumber mata air yang ada juga mensplai beberapa desa di sekitar kawasan Lendang Nangka dan merupakan objek wisata yang sedang dikembangkan saat ini.

“Selain meminta perlindungan kepada pemerintah Provinsi NTBterkait eksploitasi yang terjadi di mata air Desa Lendang Nangka, pendekatan persuasif diharapkan bisa menjadi solusi,” ujarnya.

Dikatakan, selain itu, Desa Lendang Nangka sedang mengembangkan Ekowisata budaya dan pertanian, karena memang memiliki kawasan pertanian dan kehidupan masyarakat yang layak untuk dijadikan sebagai objek wisata.

Karena itulah, Kami bekerja sama dengan biro perjalanan, di mana seminggu dua kali ada sekitar 40 orang wisatawan asing yang berkunjung ke Desa Lendang Nangka.

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Turmuzi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: