KAMIS 24 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud  RI) Direktorat Jenderal Kebudayaan Direktorat Sejarah bekerja sama  dengan insan perfilman Indonesia mengadakan Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah 2016 yang disingkat LKAS 2016 bertema , 'Sejarah Merajut Kebhinnekaan' yang rangkaian acara baik promosi maupun seleksi sudah dilakukan sejak 2015.

Penyerahan hadiah bagi paaa pemenang.

Pada Rabu malam, 23/11/2016, tiba saatnya dilaksanakan Malam Apresiasi LKAS 2016 bertempat di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta.Acara ini dihadiri langsung oleh Dirjen Kebudayaan Kemdikbud RI Hilmar Farid, Direktur Direktorat Sejarah Kemdikbud RI Triana Wulandari, jajaran Direktorat Sejarah Kemdikbud RI, serta seluruh undangan dan elemen-elemen masyarakat perfilman dan mahasiswa seluruh Jakarta.

Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah 2016 (LKAS 2016) mengambil tema kuat 'Sejarah Merajut Kebhinnekaan 'karena melihat kondisi sekarang di mana semangat kebhinnekaan mulai luntur disebabkan beragam faktor yang timbul di masyarakat. Oleh karena itu sudah saatnya melihat ke belakang mengenai sejarah saat negara ini didirikan oleh para pendiri bangsa, ketika semangat Bhinneka tunggal ika begitu dijunjung tinggi demi satu tujuan luhur yakni kemerdekaan Indonesia.

Kegiatan ini juga dilatarbelakangi pemikiran bahwa sejarah merupakan ilmu yang menyajikan nilai serta contoh ketauladanan dari kepemimpinan para tokoh masyarakat serta sikap manusia dalam kelompoknya yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan dalam kehidupan manusia itu sendiri.

"Pelajaran sejarah bisa dikemas dalam bentuk menarik, inovatif dan atraktif sehingga tidak lagi menjadi sebuah pelajaran yang membosankan di kalangan generasi muda dan media audiovisual adalah salah satu alternatif terbaik,"papar Direktur Direktorat Sejarah Kemdikbud RI Triana Wulandari dalam sambutannya.

Kegiatan LKAS 2016 diikuti oleh pelajar tingkat SMA/SMK sederajat dari seluruh Indonesia dengan total sinopsis yang masuk sebanyak 259 buah dari 259 sekolah tingkat SMA/SMK dan sederajat seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut diseleksi lagi menjadi 20 besar. Terakhir menciut menjadi 5 nominasi utama. Penilaian dewan juri meliputi: substansi sejarah dan budaya, kesesuaian alur cerita dan skenario, ide dan kreatifitas, teknik audiovisual serta teknik penyampaian cerita.

Dewan juri yang melakukan seleksi diantaranya: Muhammad Abduh Aziz, S.S (Direktur PPFN), Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum (Sejarawan UI), Djabatin Bangun, M.Si (Antropolog dan Pakar Dokumenter IKJ), Sainin, SE dan Drs. Edy Suwardi, M.Hum (keduanya dari Direktorat Sejarah  Kemdikbud RI).

Berdasarkan seleksi, penilaian serta pengambilan keputusan yang cukup panjang maka dewan juri memutuskan lalu menetapkan 5 pemenang utama, yakni:

1. Pemenang Terbaik I dari SMAN 2 Palu, Provinsi Sulawesi Tengah dalam  film dokumenter sejarah yang berjudul " Baliku Parigiku ", Miniatur  Bali di Parigi Selatan

2. Pemenang Terbaik II dari SMA Islam Kebumen Lampung, Provinsi Lampung dalam film dokumenter sejarah yang berjudul " Cicit-cicit Transmigran"

3. Pemenang Terbaik III dari dari SMA Al-Azhar Medan, Provinsi Sumatera utara dalam film dokumenter berjudul " Kampung Madras    ; Bukti nyata kearifan dan kebhinnekaan"

4.Pemenang Terbaik IV dari SMA Assa'adah Gresik, Provinsi Jawa Timur dalam film dokumenter berjudul " Perkampungan Arab dan Cina ",Pasar Gede dan Kampung Pecinan di Surakarta

5. Pemenang Terbaik V dari SMAN 1 Surakarta, Provinsi Jawa Tengah  dalam film dokumenter sejarah berjudul " Harmonisasi Kebhinnekaan Pasar Gede dan Kampung Pecinan di Surakarta"

Penyerahan hadiah berupa uang pembinaan dan piala dilakukan oleh Dirjen Kebudayaan Kemdikbud RI Hilmar Farid serta Direktur Direktorat  Sejarah Kemdikbud RI Triana Wulandari. Perhelatan nasional film dokumenter sejarah ini juga disempurnakan oleh penampilan sekaligus orasi kebangsaan.


Jurnalis: Michell Koagouw/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Michell Koagouw
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: