SENIN 28 NOVEMBER 2016

LAMPUNG-Sebanyak delapan rumah warga di Dusun Sumber Makmur Desa Hatta Kecamatan Bakauheni tertimpa material longsor yang berupa tanah akibat banjir yang menerjang dusun tersebut. Longsor yang terjadi sekitar pukul 21:00  Minggu (27/11) malam akibat hujan selama dua jam lebih. Dipastikan delapan rumah dengan berbagai jenis barang terbawa arus air yang menyerupai banjir bandang.

Akibat bencana longsor di Dusun Sumber Makmur Desa Hatta Kecamatan Bakauheni,Lampung Selatan.
Menurut salah satu warga,Suparlan (48) awalnya berusaha menyelamatkan beras yang sempat terendam. Tetangga yang juga mengalami kebanjiran tak sempat menyelamatkan warga yang rumahnya terendam. Banjir yang datang tiba tiba tersebut bahkan sempat membuat terkejut warga yang tinggal di cekungan dekat rencana pintu keluar tol tersebut.

"Awalnya kami langsung menyelamatkan nyawa masing masing yang terkena longsoran berikut air yang menghantam perumahan warga di dekat proyek tol Sumatera ini dan baru kali ini ada banjir disertai longsoran material yang terbawa arus air bahkan sebagian barang terbawa arus," ungkap Suparlan saat dikonfirmasi Cendana News,Senin (28/11/2016)

Sebagian warga mengaku kehilangan harta benda diantaranya barang barang keperluan rumah tangga,alat elektronik,motor terendam bahkan berbagai barang yang tak sempat diselamatkan. Salah seorang warga bernama Khaidi harus kehilangan uang cash senilai Rp50juta yang merupakan uang ganti rugi lahan tol yang diterimanya.

Berdasarkan pendataan oleh Desa Hatta,menurut Kepala Desa Hatta Tumenggung Lekok kerugian total bisa mencapai ratusan juta rupiah. Meski demikian jumlah total tersebut masih dalam pendataan petugas untuk menerima penggantian dari pelaksana tol,PT Pembangunan Perumahan (PP).

Beberapa rumah warga yang tertimpa longsor menurut data Desa Hatta di antaranya rumah milik Khaidi, Siti Aminah,Ponidi,Jarot,Suparlan,Tumini,Zubaedah, Sapudin dan satu mushola. Rata rata kerugian pemilik rumah mencapai Rp50 juta-Rp100 juta.

Kepala Desa Hatta Tumenggung Lekok mengaku bencana banjir tersebut terjadi akibat pola pembangunan proyek Tol Trans Sumatera (JTTS) yang salah dalam pembangunan drainase yang ada. Ia mengaku aliran sungai yang seharusnya masih ada dan diganti dengan saluran gorong gorong yang tersumbat.

Pihak PT PP melalui Humas Yus Yusuf mengaku akan melakukan penggantian biaya perbaikan dan sementara memberi bantuan logistik makanan dan bantuan lain berupa air bersih dan kasur. Petugas PP juga langsung menyiapkan alat sedot untuk menguras sumur warga yang tertimbun longsor dan air. Sementara anggota Polsek Penengahan langsung ikut membantu pembersihan rumah yang tertimpa longsor.

Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Jurnalis: Henk Widi
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: