SABTU, 26 NOVEMBER 2016
JAKARTA---Seorang pelaku yang sebelumnya diduga telah dengan sengaja menyebarkan isu hoax atau kebohongan terkait dengan ajakan untuk melakukan rush money atau penarikan uang besar-basaran dari bank telah berhasil ditangkap dan diamankan oleh petugas kepolisian  Sub Direktorat Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Demikian keterangan resmi yang diterima Cendana News langsung dari Irjen Pol. Boy Rafli Amar, Kepala Divisi Humas (Kadiv Humas) Mabes Polri, seusai melakukan acara jumpa pers di Ruangan Divisi Humas Mabes Polri, Gedung Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu siang (26/11/2016).

Meskipun demikian, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. Boy Rafli Amar rupanya masih belum mau merinci secara detail terkait dengan penangkapan seorang oknum pelaku yang menyebarkan berita bohong soal isu rush money tersebut. Boy Rafli Amar hanya menyebutkan secara singkat terkait dengan penangkapan seorang pelaku penyebar berita bohong tersebut.

Kadiv Humas Mabes Polri Boy Rafli Amar memberikan keterangan kepada awak media perihal penangkapan penyebar isu rush money.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Boy Rafli Amar mengatakan, Tim Sub Direktorat Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri kemarin telah berhasil menangkap dan mengamankan seorang pria berinisial AR atau biasa dipanggil Abu Uwais.

"Yang bersangkutan sebelumnya dicurigai dan diduga sebagai seorang pelaku yang menyebarkan isu rush money atau penarikan uang besar-besaran dalam waktu bersamaan," katanya kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu siang (26/11/2016).

Dikatakan Boy Rafli Amar pula, AR atau Abu Uwais (31) belakangan diketahui berprofesi sebagai seorang guru yang mengajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terletak di kawasan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Dia telah kita tetapkan sebagai tersangka karena sebelumnya diduga telah sengaja melakukan tindakan penghasutan melalui akun media sosial Facebook milik pribadi AR yang mengunggah foto dan status yang mengajak orang melakukan penarikan uang secara besar-besaran atau rush money.

AR atau Abu Uwais telah dikenakan pelanggaran Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. Sementara itu Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri Bridjen Pol. Agung Setya juga mengatakan bahwa hingga saat ini ada sekitar 70 akun media sosial yang diduga terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung ikut serta menyebarkan isu tersebut.

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono


Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: