SENIN 21 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Maraknya pemasangan spanduk-spanduk kampanye yang bernada provokasi dan menghasut terkait dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung Gubernur, Walikota dan Bupati yang rencananya akan dilaksanakan secara serentak pada 15 Februari 2017 mendatang tampak terlihat mulai marak dan dipasang di beberapa lokasi. Fenomena ini  membuat pihak kepolisian Mabes Polri prihatin dan menyesalkan kejadian tersebut.

Kadivhumas Mabes Polri, Irjen Pol. Boy Rafli Amar.

Terkait dengan hal tersebut, Kadivhumas Mabes Polri, Irjen Pol. Boy Rafli Amar menyatakan bahwa
Mabes Polri meminta kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk tidak ragu dan segera mencopot spanduk Pilkada yang sekiranya tidak pantas untuk dipasang, karena dikhawatirkan kedepannya akan menimbulkan kerawanan dan reaksi yang berhak pihak-pihak tertentu, salah satunya adalah simpatisan atau pendukung salah satu Pasangan Calon (Paslon) masing-masing.

Pihak kepolisian dalam hal ini Mabes Polri tentu saja merasa khawatir apabila nantinya pemasangan spanduk-spanduk yang bernada provokatif dan menghasut tersebut dibiarkan, maka kemungkinan besar akan berpotensi memancing reaksi yang beragam bahkan bisa saja mengadu domba antara warga masyarakat, pendukung, simpatisan dan tim sukses masing-masing pasangan calon yang berbeda.

Maka dengan demikian Mabes Polri selaku institusi tertinggi kepolisian meminta kepada Bawaslu sebagai salah satu lembaga yang berwenang mengawasi segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu untuk tidak ragu dan sesegera mungkin mengambil tindakan, salah satunya dengan ara mencopot spanduk tersebut apabila dirasa mengganggu ketenangan dan ketertiban warga masyarakat sekitar.

"Terkait dengan semakin maraknya pemasangan spanduk-spanduk Pilkada yang bernada provokatif dan menghasut akhir-akhr ini, maka Mabes Polri menghimbau kepada pihak Bawaslu yang ada di seluruh Indonesia untuk bertindak tegas dan segera mencopot spanduk-spanduk Pilkada yang sekiranya bernada menghasut antara salah satu pasangan calon dengan pasangan calon lainnya" katanya saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Senin (21/11/2016).

"Selain itu kami juga menghimbau kepada pihak Bawaslu agar segera membuat laporan tertulis kepada sentra pelayanan Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) setempat kalau sekiranya menemukan barang bukti yang terkait dengan penemuan spanduk-spanduk yang bernada provokatif dan menghasut tersebut. Nantinya laporan itu pasti akan diproses dan ditindak lanjuti kasus tersebut sesuai dengan ketentuan hukum berdasarkan Undang-Undang (UU) Pemilu yang berlaku" demikian dikatakan Kadivhumas Mabes Polri, Irjen Pol. Boy Rafli Amar.

Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono




Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: