SENIN 21 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh pihak Tim Gabungan Saber Pungli bersama dengan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propram) Mabes Polri beberapa hari yang lalu berhasil menangkap dan mengamankan seorang perwira Polisi bernama Raden Brotoseno yang berlawanan diketahui berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).

Irjen Pol. Boy Rafli Amar, Kadivhumas  Mabes Polri.


Selain menangkap dan mengamankan AKBP Brotoseno, dalam pelaksanaan OTT yang digelar di sebuah lokasi yang terletak di kawasan Ibukota Jakarta tersebut juga berhasil menyita uang tunai hampir sekitar 3 miliar Rupiah. Tak hanya AKBP Brotoseno, namun belakangan diduga ada beberapa perwira Polisi lainnya yang juga ikut ditangkap dan diamankan Tim Saber Pungli dan Divpropam Mabes Polri saat menggelar OTT tersebut.

Sementara itu, AKBP Brotoseno sendiri belakangan diketahui ternyata masih menjabat sebagai Kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. AKBP Brotoseno tercatat juga pernah bekerja dan diperbantukan beberapa tahun berkarir sebagai perwira penyidik yang terkait dengan kasus-kasus Tipikor yang selama ini ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

"Selain menangkap dan mengamankan AKBP Brotoseno terkait dengan dugaan kasus perkara penerimaan uang suap dalam kasus dugaan korupsi proyek cetak sawah di Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tim Saber Pungli juga mengamankan seorang Perwira Menengah (Pamen) yang kebetulan masih satu kantor dengan Brotoseno" kata Kepala Divisi Humas (Kadivhumas) Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar, kepada wartawan di Jakarta, Senin pagi (21/11/2016).

Penyidik Bareskrim Mabes Polri hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif kepada yang bersangkutan, saat ini sedang didalami apa peran dan motifnya terkait dengan kasus perkara penerimaan suap uang suap senilai hampir tiga miliar Rupiah tersebut, tidak tertutup kemungkinan kasus tersebut pelanggaran kode etik atau bahkan  bisa saja mengarah kepada proses pelanggaran pidana.

"Kita tunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri" kata Irjen Pol. Boy Rafli Amar, Kadivhumas  Mabes Polri.

Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: