JUMAT 18 NOVEMBER 2016

MALANG --- Dilatar belakangi keinginan untuk memakmurkan kehidupan para petani buah dan sayuran di Balikpapan, tiga orang mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan mencoba membuat sebuah website Bebayuran.com. Ketiga mahasiswa tersebut yakni Derry Saputra, Rindra dan Fahri.

Derry, Rindra dan Fahri memperagakan websitenya Bebayuran.com.


"Nama bebayuran ini sebenarnya singkatan dari 'beli buah dan sayuran' di mana usaha ini bergerak di bidang agribisnis secara online," jelas Derry, saat mewakili kampusnya di Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) di Universitas Brawijaya, Jumat (18/11/2016).

Menurut Derry  tujuan dari usahanya ini adalah untuk memakmurkan petani buah dan sayur di Balikpapan. Karena pada umumnya para petani tersebut menjual hasil panennya kepada tengkulak. Padahal bukan merupakan konsumen sebenarnya. Dari tengkulak-tengkulak tersebut barulah hasil panen buah dan sayur mereka dijual lagi ke pasar tradisional maupun pasar swalayan dengan harga yang lebih tinggi. Sehingga disini keuntungan yang didapat oleh para petani lebih rendah daripada tengkulak, ungkapnya.

"Oleh karena itu, melalui Babayuran.com ini kami ingin menghubungkan dan nempertemukan petani sayur dan buah dengan konsumennya langsung sehingga dapat memotong rantai penjualan yang biasanya dari petani-tengkulak-pasar-konsumen menjadi  petani-konsumen," jelasnya. 

Sebenarnya tidak hanya petani sayur dan buah saja, siapapun yang memiliki perkebunan bisa menjualnya di Bebayur.com, imbuhnya.  Disebutkan, untuk bisa membeli buah dan sayur di website tersebut, konsumen cukup melakukan beberapa langkah sebagai berikut: 

- Konsumen melakukan login di website bebayuran.com
- Pilih item buah dan sayur yang di inginkan
- Konsumen melakukan pembayaran sesuai dengan jumlah yang tertera di keranjang belanja.

Setelah itu barulah pemesanan langsung akan segera diproses. Namun begitu, Derry mengatakan bahwa untuk sementara usahanya ini masih difokuskan  di wilayah Balikpapan karena sebelum merambah ke daerah lain di Indonesia. Derry ingin menyentuh masyarakat di Balikpapan terlebih dulu.

"Kita tidak bisa berfikir untuk merubah Indonesia kala dari tempat asal saya sendiri di Balikpapan belum bisa di ubah," ucapnya.

Dri usaha yang dirintis sejak Mei lalu ini, Derry kini mencoba menjalin kerjasama dengan beberapa pihak diantaranya dengan pihak bank dan ojek online untuk pengiriman barangnya.

Jurnalis: Agus Nurchaliq/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Agus Nurchaliq
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: