MINGGU, 20 NOVEMBER 2016

MALANG --- Karawang sebagai lumbung Padi nasional tentu tidak hanya memiliki banyak persedian Padi melimpah tetapi sekaligus jerami yang merupakan salah satu limbah pertanian yang dapat didaur ulang. Melimpahnya bahan baku jerami di daerah Karawang, akhirnya mendorong empat orang mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang untuk memanfaatkan limbah jerami tersebut dijadikan sebagai kantung semai 'Jerapah Bersenam Liar' pengganti polybag.


Keempat mahasiswa tersebut yakni Feby Febrianti, Lena Maria, Rika Pujawati dan Ageng Tirtayasa.

"Nama kantung semai 'Jerapah Bersenam Liar' sebenarnya adalah kepanjangan dari Jerami Padi Sawah Berguna untuk Semai sampai Tanam Agar Lingkungan Asri," jelas Feby Febrianti saat mengikuti pameran Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia di Universitas Brawijaya, Jumat (18/11/2016).

Ia menjelaskan bahwa kantung semai tersebut terbuat dari jerami yang diperkaya dengan pupuk kandang sehingga menggandung unsur hara yang tinggi dan tidak perlu di pupuk lagi saat awal penanaman.

"Jadi setelah persemaian itu tumbuh, bisa langsung ditanam bersamaan dengan kantung tersebut sehingga tidak merusak perakaran," jelasnya.

Lebih lanjut Ia menambahkan, nantinya setelah kurang lebih dua minggu di dalam tanah, maka kantung semai tersebut akan segera terurai dengan sendirinya sehingga lebih ramah lingkungan.

"Kami sengaja membuat produk kantung semai berbahan jerami ini karena pada umumnya kebanyakan para petani masih menggunakan polybag berbahan plastik yang sudah pasti proses terurainya membutuhkan waktu sangat lama sehingga dapat merusak lingkungan," ungkapnya.

Disebutkan, untuk membuat kantung semai tersebut membutuhkan waktu kurang lebih empat hari dengan komposisi yaitu jerami dan pupuk kandang. Proses pembuatannya cukup mudah yakni jerami terlebih dulu di potong-potong untuk kemudian direndam dengan cairan NaOH selama tiga hari. Setelah itu jerami dicuci dan diblender dengan dicampur pupuk kandang. Usai di blender, campuran jerami dan pupuk kandang selanjutnya dicetak menggunkan alat scren seperti yang digunakan untuk mendaur ulang kertas.

"Keunggulan dari kantung semai Jerapah bersenam liar diantaranya dapat digunakan sebagai alternatif pemanfaatan limbah pertanian, bisa langsung ditanam di dalaam tanah sehingga tidak merusak akar, ramah lingkungan dan kaya unsur hara. Terdapat beberapa ukuran kantung yang di produksi yaitu 5×5 cm, 10×8×6 cm dan 4×4 cm," tandasnya.


Feby mengaku produk kantung semainya tersebut belum diproduksi secara massal karena baru beberapa bulan yang lalu produknya tersebut mendapatkan paten.

"Produk kantung ini baru mendapatkan paten pada tanggal 8 Agustus 2016 kemarin dan baru tahap publikasi sehingga belum diproduksi massal. Tapi rencananya jika sudah di produksi massal maka akan kami jual dengan harga Rp.2.500,- untuk ukuran 5×5 cm," ujarnya sembari menambahkan, kantung Bersenam Liar ini juga telah diuji lab di laboratorium Balai Penelitian Tanaman Sayur (Balitsa).
Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: