SENIN, 21 NOVEMBER 2016
MALANG---Selain biji, daun kopi ternyata juga dapat dikonsumsi sebagai minuman. Di Pulau Sumatera, tepatnya di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, minuman berbahan daun kopi muda tersebut sudah menjadi minuman tradisional sejak lama yang dikenal baik bagi kesehatan. Dari situlah kemudian Mazzul Azmi, salah satu mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sakti Alam Kerinci, mencoba mengemas dan memasarkan minuman yang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat setempat.
 
"Meminum teh daun kopi sudah menjadi tradisi dari nenek moyang kami. Dulu nenek moyang kami sebelum ada obat-obatan seperti vitamin, mereka setelah pulang dari sawah, pada malam hari biasanya meminum teh dari daun kopi yang masih muda untuk menjaga kesehatan dan menambah kekuatan," jelasnya saat mengikuti pameran Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia.
 
Cara untuk membuat minuman ini cukup mudah yaitu dengan cara memilih daun kopi yang masih muda, kemudian dikeringkan secara tradisional. Setelah kering, selanjutnya, daun diremas hingga menjadi potongan kecil-kecil. Baru setelah itu daun siap untuk disedu dengan air panas dan diminum.
 
Mazzul Azmi, salah satu mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sakti Alam Kerinci, mencoba mengemas dan memasarkan minuman yang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat setempat.
 
"Minuman ini akan lebih nikmat jika disedu dan disajikan di dalam tempurung kelapa," ucapnya.
 
Ia mengatakan bahwa minuman teh daun kopi ini memiliki cita rasa yang pahit. Namun menurutnya, semakin pekat dan pahit rasa dari teh tersebut maka akan semakin baik bagi kesehatan.
 
"Sebaiknya saat mengkonsumsi teh daun kopi jangan ditambahkan gula, karena semakin pahit rasanya maka semakin baik pula bagi kesehatan," ucapnya.
 
Temuan inovatif minuman tradisional teh daun kopi yang menyehatkan.
 
Sementara itu untuk nenambah nilai jual produknya tersebut, saat ini pihaknya sedang menjalin kerjasama dengan salah satu Commanditaire Vennootschap (CV).
 
"Saat ini kami memasarkannya masih dalam lingkup Kabupaten Kerinci melalui mini market yang ada dengan harga Rp.10.000 per bungkus. Tapi nanti untuk ke depannya akan kami pasarkan ke daerah lain," pungkasnya.
 
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq

Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: