JUMAT, 25 NOVEMBER 2016
MALANG---Selain masalah kemacetan yang belum sepenuhnya dapat terselesaikan seiiring dengan semakin bertambahnya jumlah pengguna kendaraan bermotor di Indonesia, kini justru muncul lagi masalah baru. Sulitnya mencari tempat parkir khususnya di area pertokoan. Tiga orang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Rizky Novriansyah, Hedy, dan Mukmin pun membuat sebuah teknologi Internet of Things dengan nama Park Me!.

"Park Me! ini adalah sistem pemesanan slot parkir secara online, di mana user tidak perlu lagi beputar-putar untuk mencari slot parkir yang kosong untuk ditempati," jelas Rizky. Jadi dengan aplikasi tersebut, selain bisa mengetahui apakah masih ada slot parkir yang kosong atau tidak di pertokoan yang dituju, user juga bisa melakukan pemesanan slot parkir sekaligus pembayaran secara top up atau non-tunai.


Salah seorang mahasiswa UB yang berhasil menemukan program memudahkan parkir melalui aplikasi Park Me!
Menurutnya, teknologi Park Me! ini sendiri merupakan perpaduan dari penggunaan hardware dan juga software. Hardware yang dimaksudkan adalah penggunaan sensor magnet yang dipasang di setiap slot parkir, berfungsi untuk mengetahui apakah slot tersebut sudah terisi kendaraan atau belum.

Ia mengatakan, saat ini kebanyakan tempat-tempat parkir di pertokoan hanya menggunakan sensor jarak yang dinilai masih memiliki kekurangan. Karena dengan hanya memakai sensor jarak, meskipun di sebuah slot parkir, kenyataannya belum terisi kendaraan. Tetapi jika di sana ada orang yang melintas, maka slot parkir tersebut akan terdeteksi sudah terisi.

"Dengan menggunakan sensor magnet, maka kesalahan deteksi dapat diatasi," ungkapnya.

Miniatur prototipe temuan Park Me!
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer ini juga menyampaikan bahwa teknologi Park Me! untuk saat ini masih berupa prototipe dan masih dalam tahap pengembangan. Sementara itu, sebagai informasi, teknologi Park Me! ini pernah menjadi juara dua dalam ajang kompetisi bidang IT (Compfest) yang diselenggarakan di Universitas Indonesia (UI).

Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: