JUMAT, 25 NOVEMBER 2016
MALANG---Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) kembali menciptakan sebuah alat inovatif berlabel SMOQ yang berfungsi untuk memonitoring polusi udara yang biasa terjadi di daerah padat penduduk. Alat inovatif ini merupakan salah satu karya dari tim The-Ex yang beranggotakan mahasiswa dari beberapa fakultas yang ada di UB.

"Jadi fungsi utama dari SMOQ adalah memantau polusi udara di suatu wilayah sehingga dapat memudahkan masyarakat untuk mengetahui tingkat polusi udara di daerah tersebut," jelas salah satu anggota tim The-Ex, Bagus Prasetyo.

Dua orang yang menjadi bagian tim The-Ex.
Lebih lanjut Bagus menerangkan, nantinya alat ini akan dipasang di titik-titik tertentu yang mencakup beberapa ring atau wilayah. Setelah itu, dari alat yang sudah terpasang tadi kemudian akan menghasilkan sebuah data polusi udara yang selanjutnya data-data tersebut dikumpulkan untuk dijadikan sebagai data rata-rata tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

"Data rata-rata tingkat kepekatan polusi udara di suatu daerah tersebut nantinya juga akan muncul di aplikasi yang terdapat di handphone, sehingga masyarakat bisa dengan mudah mengakses informasi mengenai tingkat polusi udara di suatu wilayah tertentu," ungkapnya.

Temuan inovatif alat pendeteksi polusi udara. 
Menurutnya, SMOQ ini selain dapat menampilkan data mengenai polusi udara, juga dapat digunakan untuk mengetahui kadar monoksida dan memantau suhu di suatu daerah.

"Melalui alat ini kami juga ingin mendukung pemerintah untuk merealisasikan program Smart City dan membantu pemerintah untuk mengumpulkan data mengenai polusi udara," ucap mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer tersebut.

Ia menambahkan, karena SMOQ masih berupa prototipe dan masih dalam tahap pengembangan maka untuk sementara alat tersebut masih belum diterapkan.

"Tapi, ke depan, setelah alat ini sudah siap untuk diaplikasikan, kami akan menawarkan dan mengajak pemerintah Malang atau kota-kota lain untuk bekerjasama dengan kita agar alat ini bisa diaplikasikan," pungkasnya. SMOQ memang merupakan turunan dari alat temuan mereka sebelumnya, yakni Automatic Sedot Asap Polusi (ASAP) yang berfungsi sebagai alat penyaring udara kotor.

Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: