MINGGU, 13 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Menyongsong Hari Anak Universal, puluhan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada Yogyakarta menggelar aksi turun ke jalan di kawasan Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta, Minggu (13/11/2016), sore. Perilaku bullying atau cemooh terhadap anak menjadi fokus perhatian mereka, karena berdasarkan penelitian bisa menyebabkan luka psikis dan psikologis.

Aksi perangi bullying
Puluhan mahasiswa tergabung dalam Dewan Mahasiswa (Dema) Justicia Fakultas Hukum UGM Yogyakarta, menyuarakan pesan dalam menyongsong Hari Anak Universal, agar masyarakat semakin menyadari dampak buruk perilaku bullying, karena perilaku tersebut tidak hanya bisa terjadi di lingkungan sekolah di antara teman, namun juga di lingkungan masyarakat dan bahkan keluarga.

Koordinator aksi, Adinda Aurellia, mengatakan, 63,9 Persen anak usia 8-16 tahun mengalami bullying, dan 8-38 Persen mengalami bullying di sekolah, sementara 71 Persen dibully oleh teman sekolahnya. Padahal, kata Adinda, bullying bisa menyebabkan anak merasa rendah diri, terhambat interaksi sosialnya, perkembangan akademiknya menurun, bahkan ada yang berujung kepada tindakan bunuh diri.



Bullying, tegas Adinda, tidak hanya terjadi di sekolah. Namun juga bisa terjadi di lingkungan tempat bermain anak dan di mana saja. Karenanya, dalam momentum peringatan Hari Anak Universal ini, pihaknya lebih memfokuskan kepada gerakan memerangi maraknya bullying. 

Selain mengingtkan masyarakat akan dampak buruk bullying, Dema Justicia Fakultas Hukum UGM Yogyakarta juga meminta kepada Pemerintah untuk lebih ketat memberlakukan sejumlah undang-undang anak, antara lain Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, yang menyatakan jika anak berhak mendapatkan perlindungan dari kekerasan.

Selain berorasi, peserta aksi Hari Anak Universal juga membagi-bagikan artikel tentang bahaya bullying kepada pengguna jalan yang melintas. Dengan aksi tersebut, Adinda berharap, kesadaran masyarakat terhadap dampak buruk bullying semakin meningkat.

"Aksi kami memang lebih memberikan penyadaran kepada masyarakat, karena selama ini kesadaran dan kepedulian mereka sangat minim", pungkasnya.

Jurnalis : Koko / Editor: Sari Puspita Ayu / Foto : Koko

Bagikan:

Sari Puspita Ayu

Berikan Komentar: