MINGGU, 20 NOVEMBER 2016
MALANG---Benalu merupakan tumbuhan parasit yang menempel pada tanaman lain untuk menumpang hidup sehingga kehadirannya seringkali tidak diinginkan karena dapat merugikan bahkan tidak jarang mengakibatkan kematian pada tanaman utama. Tumbuhan ini banyak dijumpai menempel di pepohonan yang menjadi inangnya, salah satunya yakni pohon Mangga.

Meskipun telah mendapat predikat negatif sebagai tanaman pengganggu, namun nyatanya tumbuhan ini jika diolah dengan benar justru memiliki banyak manfaat terutama bagi kesehatan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Seperti yang dilakukan Irwan Prasetyo, salah satu mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi Solo yang mencoba membuat teh celup dari benalu pohon Mangga.

Irwan Prasetyo menunjukkan temuan inovatifnya yang mengolah benalu Mangga menjadi teh celup.

"Teh celup benalu ini adalah pemanfaatan tumbuhan parasit yang seringkali dibuang karena dianggap sebagai tumbuhan pengganggu tanaman Mangga," jelas Irwan saat mengikuti expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia di Universitas Brawijaya, Jumat (18/11/2016).

Menurutnya, meskipun memang termasuk tanaman pengganggu namun jika diolah menjadi minuman seperti teh, justru dapat meningkatkan nilai ekonomisnya.

"Benalu Mangga dapat dimanfaatkan sebagai penurun kolesterol dan hipertensi, pencegah kanker karena mengandung senyawa flavonoid dan memiliki kandungan antioksidan yang tinggi," ungkapnya.

Untuk bahan baku benalu mangganya sendiri ia mengaku tidak sulit mendapatkannya karena di sekitar rumahnya banyak yang menanam tanaman Mangga.

Sementara itu, Irwan mengatakan bahwa produksi teh celup benalu Mangganya tersebut baru diproduksi jika ada pesanan saja. Selama enam bulan belakangan ini ia memasarkan produknya secara online dengan harga Rp 15.000 per kotak isi 20 kantong.

"Setiap ada pesanan baru kita produksi dan kebanyakan peminatnya adalah ibu-ibu yang sekarang sudah berpikir untuk hidup sehat," pungkasnya.

Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar: