MINGGU, 13 NOVEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Prihatin perilaku tidak jujur masih menjadi budaya dari masyarakat saat ini, mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Yogyakarta menggelar Pesta Jujur Terbuka dan mendeklarasikan 3 poin komitmennya untuk jujur yang disebutnya Deklarasi Jujur Ora Ajur, di Kampus setempat, Minggu (13/11/2016).

Deklarasi Jujur Ora Ajur
Jujur ora ajur, artinya jujur tidak hancur, menjadi pekik bersama yang disuarakan oleh mahasiswa UT Yogyakarta, dalam menyikapi masih maraknya tindak korupsi di Tanah Air. Gelar Deklarasi Jujur Ora Ajur juga dihadiri segenap unsur pimpinan UT dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrga DI Yogyakarta, Baskara Aji.

Diawali dengan berbagai acara hiburan dan jalan sehat, Deklarasi Jujur Ora Ajur kemudian dibacakan bersama-sama. Tiga poin dalam deklarasi itu, pertama berisi janji mahasiswa UT Yogyakarta untuk menjaga harga diri dengan berlaku jujur, tidak mencontek, tidak curang dan anti plagiasi.

Poin kedua, mahasiswa UT berjanji menjunjung komitmen jujur dengan apresiasi terhadap karya atau sumber ilmu lain, dan poin ketiga mahasiswa UT Yogyakarta berjanji sebagai masyarakat DI Yogyakarta akan menjadi garda depan kejujuran dan anti korupsi sebagai bagian dari integritas Bangsa Indonesia.

Menyikapi hal itu, Kepala Disdikpora DI Yogyakarta, Baskara Aji menyambut baik deklarasi yang diinisiasi sendiri oleh mahasiswa UT Yogyakarta. Gerakan ini menjadi penting, karena masih banyaknya perilaku tidak jujur di tengah masyarakat. Harapannya, gerakan ini akan memberi kesadaran kepada masyarakat luas untuk lebih bersikap jujur.

Senada dengan itu, Kepala Satuan Pengawasan Internal UT, Hasmonel menyatakan, kegiatan yang merupakan inisiasi dari mahasiswa UT Yogyakarta ini diharapkan akan berdampak luas kepada masyarakat. Pasalnya, kejujuran di Indonesia saat ini sudah tergadai.

Menurutnya, saat ini yang terjadi adalah orang dihargai karena materi, sehingga orang berlomba mencari materi dengan segala cara, termasuk dengan menggadaikan kejujurannya.

"Maka melalui acara ini, diharapkan masyarakat mulai dari sekarang beralih pengharagaannya bukan kepada materi, namun kepada integritas, kejujuran, komitmen dan akhlak yang baik," jelas Hasmonel, sembari menambahkan, jika acara deklarasi ini adalah salah satu program dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diadakan oleh kelompok belajar yang terpilih sesuai persyaratan tertentu.

Pesta Jujur Terbuka UT Yogyakarta
Sementara itu, Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT Yogyakarta, Diah Astuti menambahkan, kegiatan menumbuhkan sikap kejujuran di kalangan mahasiswa sudah dilakukan sejak lama. Misalnya, dengan tulisan-tulisan yang ditempel yang berisi peringatan agar tidak mencontek dan sebagainya.

"Sikap jujur ini tidak hanya ditanamkan kepada mahasiswa saja, namun juga di kalangan internal mulai dari dosen dan staf," pungkasnya.
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Koko Triarko
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: