JUMAT, 11 NOVEMBER 2016

LAMPUNG --- Program pengurangan impor sapi yang digagas oleh pemerintah mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung. Hal tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memajukan peternakan masyarakat khususnya di wilayah Lampung. Demikian diungkapkan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo kepada media, Jumat (11/11/2016).


Disebutkan, pemberdayaan peternak lokal harus ditingkatkan dengan berbagai cara, khususnya dalam upaya meningkatkan populasi ternak di wilayah Lampung. Upaya tersebut salah satunya pencanangan sapi wajib pembuahan (Siwap) sekaligus panen pedet yang dilakukan dengan tekhnik hasil inseminasi buatan (IB) sebanyak 46.472 ekor pedet.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui peraturan daerah dengan melakukan pelarangan untuk melakukan pemotongan sapi betina produktif dan menjualnya. Upaya tersebut ungkap Ridho Ficardo dilakukan untuk mempertahankan Lampung sebagai lumbung ternak nasional dan menjadi salah satu provinsi dari lima provinsi di Indonesia yang menjadi lumbung ternak nasional. 

Upaya lain dilakukan dengan menekan angka kematian ternak, melakukan percepatan peningkatan populasi sapi melalui inseminasi buatan dan intensifikasi kawin alami melibatkan Dinas Peternakan di setiap kabupaten.

"Salah satu faktor keberhasilan Lampung menjadi lumbung ternak nasional adalah ketersediaan sumber pakan alami meski secara umum sumber pakan tersebut belum dimaksimalkan oleh para peternak,"ungkap Gubernur Lampung, Muhamad Ridho Ficardo dalam keterangan tertulisnya.

Ia menerangkan selama ini Provinsi Lampung dikenal sebagai produsen sapi dengan kontribusi sebanyak 200 ribu ekor per tahun. Meski demikian sapi tersebut sebagian besar merupakan hasil impor dan proses penggemukan di sebanyak 12 perusahaan penggemukan (feedloter) sapi. Sementara sisanya Lampung hanya memiliki sekitar 590 ekor sapi ternak rakyat meski memiliki potensi sebanyak 3 juta ekor sapi dari hasil ternak rakyat.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan, Cecep Khaerudin mengungkapkan kegiatan program Sapi wajib pembuahan, panen pedet yang akan dilakukan di Desa Wonodadi Kecamatan Tanjungsari sengaja dilakukan di kecamatan yang dikenal sebagai lumbung ternak tersebut. 

Kegiatan tersebut selain diikuti oleh masyarakat pemilik peternakan rakyat juga akan dilakukan oleh para pengusaha feedloter di Lampung dan kegiatan pameran peternakan diantaranya tata pengelolaan kandang, pembuatan pakan serta tekhnologi tepat guna dalam proses pembuatan pakan ternak yang berasal dari lahan pertanian. 


Selama ini Lampung Selatan menurut Cecep juga menerapkan program SISKAPI dengan pola integrasi pemanfaatan limbah peternakan kelapa sawit untuk sumber pakan ternak sapi.
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: