SABTU, 12 NOVEMBER 2016

JAKARTA---Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini secara resmi kembali menetapkan Marthen Dira Tome, Bupati Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk kedua kalinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Demikian pernyataan resmi yang disampaikan secara langsung oleh Ketua KPK Agus Rahardja di Gedung KPK Jakarta, Jumat siang (11/11/2016).


Penetapan status tersangka yang disematkan oleh penyidik KPK kepada Marthen Dira Tome yang tak lain adalah Bupati Sabu Raijua tersebut karena berkaitan langsung  dengan dugaan melakukan korupsi terhadap penggunaan dana anggaran  alokasi pendidikan khusus di luar sekolah tahun 2007 hingga 2008 untuk Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebelumnya diberitakan, bahwa Marthen Dira Tome sebenarnya diketahui sudah pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik KPK terkait dugaan kasus korupsi, namun rupanya pihak pengacara sekaligus kuasa hukum Marthen Dira Tome pada saat itu memenangkan gugatan  atas putusan pemyidik KPK pada tingkat Pra Peradilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Nursyam, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menangani kasus tersebut akhirnya memenangkan atau membebaskan Marthen Dira Tome dari segala tuduhan dan dakwaan pada tanggal 8 Mei 2016 yang lalu. Ketua Majelis Hakim menganggap bahwa KPK tidak cukup bukti untuk menetapkan Marthen Dira Tome yang tak lain adalah Bupati Sabu Raijua tersebut sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Ketua KPK Agus Rahardja mengatakan "hari ini penyidik KPK kembali menetapkan status tersangka kepada Marthen Dira Tome yang tak lain adalah Bupati Sabu Raijua, Provinsi NTT terkait dengan adanya dugaan Tipikor proyek pengadaan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) dengan total anggaran sekitar 77 miliar Rupiah, sebelumnya dirinya  pernah kita tetapkan sebagai tersangka, namun akhirnya dinyatakan menang gugatan atas KPK di PN Jakarta Selatan" katanya kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta, Jumat siang (11/11/2016).

Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Eko Sulestyono
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: