JUM'AT, 4 NOVEMBER 2016

MATARAM --- Masih tingginya jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berangkat ke luar negeri melalui jalur ilegal dibantah Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, (Disnakertrans) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Wildan sebagai kegagalan Pemda NTB melindungi TKI asal NTB.


Pasalnya trend masyarakat NTB yang menjadi TKI melalui jalur resmi setiap tahun terus mengalami peningkatan lebih besar dibandingkan yang berangkat melalui jalur ilegal, terutama semenjak keberadaan Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP).

"Kalau disebut gagal, tidak juga ya, pasalnya semenjak keberadaan LTSP dengan sistim pelayanan yang mudah dan cepat, trend TKI legal terus mengalami peningkatan setiap tahun kalau dibandingkan TKI ilegal" kata Wildan di Mataram, Jum'at (4/11/2016).

Hanya saja, para tekong dari perusahaan ilegal biasanya turun langsung angsung ke masyarakat, dengan iming gaji besar, biaya murah dan waktu keberangkatan relatif singkat, itu jadi salah satu penyebab kenapa TKI ilegal masih banyak dari NTB.

Lokasi dan jarak antara daerah pedesaan bahkan pedalaman dengan kota tempat pengurusan administrasi keberangkatan melalui jalur resmi yang terlalu jauh juga bisa jadi penyebab mengapa TKI ilegal masih banyak ditemukan.

"Semua kekurangan - kekurangan tersebut memang saat ini menjadi evaluasi bagi Pemda NTB, untuk terus melakukan perbaikan dan pembenahan di sektor perTKIan kita di NTB" tutupnya.

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Turmuzi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: