JUMAT 25 NOVEMBER 2016

MAUMERE---Dandim 1613 Sumba Barat Letkol Inf.Fifin Zudi Syaifudin,SPd menghimbau kepada masyarakat Sumba Barat agar tidak terlibat dalam aksi demo bela Islam yang direncanakan diselenggarakan 25 November dan 2 Desember 2016.

Suasana apel gelar pasukan Kodim dan Polres Sumba Barat.
Penegasan Dandim ini disampaikan dalam apel gelar pasukan dan doa bersama di lapangan Polres Sumba Barat, Jumat (2/11/2016) dalam mengantisipasi aksi bela Islam tanggal 25 November dan 2 Desember 2016.

Dalam rilis yang diterima Cendana News dikatakan, Dandim  Fifin juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tetap menjaga Bhinneka Tunggal Ika.

“Kita sebagai aparat TNI-POLRI jagan sampai terprovokasi dg situasi yg ada saat ini mari kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan di antara kita tanpa membedakan suku,agama dan ras,” tegasnya.

Masih ada kelompok yang belum puas dengan keputusan pemerintah saat ini lanjut Dandim Fifin sehingga pihaknya di tuntut untuk membina masyarakat agar tetap mematuhi atauran yang ada.

Dengan adanya kekuatan TNI-POLRI lanjutnya, diharapkan semua elemen jangan takut dengan ancaman yang ada saat ini. Mari kita hadapi secara bersama-sama demi menjaga keutuhan bangsa dan negara Republik Indonesia yang kita cintai.

“Saya mengajak seluruh pimpinan daerah, para tokoh agama dan tokoh masyarakat agar kita selalu bersatu menjaga NKRI dari pengaruh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.TNI-POLRI adalah garda terdepan untuk menjaga kedaulatan NKRI,” ungkapnya.

Adapun amanat dan maklumat bersama Dandim 1613 Sumba Barat dan Kapolres Sumba Barat disampaikan oleh Kapolres Sumba Barat AKBP M.Erwin. Ia mengatakan, semua personil TNI dan Polri patut berbangga sebab masih solid walaupun warna baju berbeda.

Akan tetapi ucap Kapolres Erwin, jangan ada perbedaan antara TNI dan Polri sebab kita tetap menjaga persatuan dan kedaulatan NKRI. Masyarakat diminta agar tidak ikut serta dalam aksi bela Islam yang terjadi sekarang di Jakarta karena kalau bangsa sudah tidak aman maka perekonomian akan kacau balau.

“Kami menghimbau agar semu elemen menjaga dan merawat suasana damai dan rukun antara umat beragama dan sesama,”  harapnya.

Kapolres Erwin juga meminta agar senantiasa mengusung kearifan lokal berbasis budaya Sumba dimana saling menjaga kerukunan antar umat beragama yang saling membutuhkan untuk keharmonisan dan kemakmuran bersama.

Hal senada juga dikatakan Dandim dan Kapolres Sumba Barat agar masyarakat menghormati hak-hak asasi dan kebebasan orang lain serta aturan-aturan moral yang di akui umum. Semua harus mentaati hukum dan ketentuan perundang-undangan dan tidak memberikan pembelaan atau dukungan terhadap seseorang atau pihak yang nyata-nyata terbukti melanggar hukum dan ketertiban umum.

“Jangan terpengaruh adanya isu-isu negatif maupun situasi dan kondisi yang berkembang di wilayah lain serta tidak menyampaikan atau memposting berita-berita yang tidak benar atau belum pasti kebenarannya baik lisan, tertulis maupun elektronik,” sebutnya.

Bagi oknum yang terindikasi melakukan tindakan yang mengarah pada perbuatan makar maupun perbuatan yang menggunakan dalil agama sehingga dapat menyebabkan terganggunya keamanan di dalam masyarakat.  Ungkap Kapolres Erwin,TNI dan Polri akan melakukan tindakan tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Mari kita jaga kebhinnekaan. Sumba tanpa agama Islam, Kristen, Hindu dan Budha bukan Sumba, “ pungkasnya.

Tampak hadir dalam apel gabungan atau gelar pasukan dan doa bersama tersebut, bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole, bupati Sumba Barat Daya Markus Dairo Tallu SH, Kapolres Sumba Barat AKBP M. Erwin serta Dandim 1613/Sumba Barat Letkol inf.Fifin Zudi Syaifudin S.Pd.

Juga turut hadir Kasdim 1613/Sumba Barat Mayor Inf.Kasim S.Ag., Wakapolres Sumba Barat Kompol Roby J. Heno, pimpinan FKUB Sumba Barat Pdt.Agustinus Ratu Ndima STh, Rm.Kristianus B. Reda,Pr, H.Abdullah A.Bamualim, Ketut Putra Adnyana S.Ip.

Hadir pula perwira staf Kodim  1613/Sumba Barat, perwira Polres Sumba Barat, anggota Kodim 1613/Sumba Barat dan aparat Polres Sumba Barat, 1 Regu Brimob serta tokoh masyarakat dan tokoh agama lainnya.

Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: