KAMIS, 3 NOVEMBER 2016

MAUMERE --- Mayoritas pekerja yang bekerja di berbagai perusahaan atau tempat usaha yang berada di kabupaten Sikka tidak memiliki kontrak kerja. Dengan demikian bila terjadi perselisihan perburuhan maka pekerja yang paling dirugikan. Demikian disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kerja dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sosnakertrans) kabupaten Sikka, Drs. Bisara Bernardus saat ditemui Cendana News, Kamis (3/11/2016).

Toko yang ada di kota Maumere yang dkategorikan sebagai perusahaan kecil
Dikatakan Bisara, ada perusahaan atau badan usaha yang mempekerjakan pekerjanya dengan membuat kontrak kerja tapi kontrak tersebut tidak sesuai ketentuan. Namun lebih banyak perusahaan yang tidak membuat kontrak kerja.

“Sebagian besar tidak ada kontrak kerja sehingga ini yang bisa menimbulkan persoalan dan bila terjadi pemutusan hubungan kerja yang rugi pekerjanya sendiri,” ujarnya.

Selain itu kata Bisara, dalam peraturan UU No,13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan disebutkan peraturan perusahaan dibuat oleh pimpinan perusahaan tapi kenyataannya banyak perusahaan yang tidak memiliki peraturan perusahaan akibat minimnya sumber daya manusia pemiliknya.

“Yang tidak memilikinya terutama pemilik toko dan usaha kecil lainnya. Kalau perusahaan sedang dan besar banyak yang memiliki peraturan perusahaan,” ungkapnya.

Kabid Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kerja dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Sikka, Drs. Bisara Bernardus

Dari 555 perusahaan yang ada di kabupaten Sikka, perusahaan besar berjumlah 10 sementara manengah 11 dan sedang hampir 15 perusahaan. Sementara sisanya 500 lebih perusahaan berskala kecil.

Perusahaan kecil beber Bisara, mempekerjakan tenaga kerja satu hingga 24 orang, sedang 25 sampai 49 orang, manengah 50 sampai 99 orang sedangkan lebih dari 100 karyawan dikategorikan perusahaan besar.

“Perusahaan kecil biasanya toko, kios, salon, biliard, kafe dan lainnya dan biasanya perusahaan ini yang sering belum memahami aturan ketenagakerjaan,” pungkasnya.
Jurnalis : Ebed de Rosary / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: