JUM’AT 4 NOVEMBER 2016

MALANG --- Pemerintah kota Malang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama dengan Malang Creative Fusion (MCF) mulai Kamis kemarin (3/11/2016) resmi membuka gelaran 'Festival Mbois' di gedung Malang Digital Longue (DILO). Festival yang rencananya akan berlangsung hingga tanggal 16 Desember 2016 tersebut di fokuskan di tiga tempat yakni di DILO, MX Mall dan Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM).

Ardiansyah Rahmad Akbar

"Rencana awal Festival Mbois hanya berlangsung hingga 10 Desember saja, tetapi karena banyaknya pihak yang ingin ikut berkolaborasi, akhirnya festival ini waktunya diperpanjang hingga  16 Desember 2016," jelas ketua pelaksana, Ardiansyah Rahmad Akbar, Kamis (3/11/2016).


Ia menjelaskan, Festival Mbois ini sebenarnya sebagai wadah para pelaku industri kreatif di kota Malang agar dapat saling berkolaborasi dan bersinergi sehingga secara keekonomian bisa semakin kuat karena bergerak bersama.

"Festival mbois menjadi langkah awal bagi semua pelaku industri kreatif untuk bisa berkolaborasi dan memperkuat diri masing-masing, sehingga aspek jangka panjangnya adalah membangun ekosistem industri kreatif  di kota Malang," jelas pria yang juga menjabat sebagai koordinator badan riset dan pengembangan di MCF.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa dalam festival yang baru pertama kali di adakan tersebut juga melibatkan empat stake holder yakni pemerintah, pengusaha, akademisi dan komunitas pelaku industri.

"Kalau komunitas industri kreatif kita ada 16 sub sektor yang saat ini jika di data secara personal ada sekitar 800 pelaku industri kreatif. Tetapi jika secara komunitas kurang lebih ada 50 komunitas di kota Malang,"urainya.

Ia melanjutkan, dalam industri kreatifnya sendiri kita kategorikan menjadi tiga yakni pelaku industri yang baru sebatas hobi saja (wake up), pelaku yang sudah mulai merintis bisnisnya (start up) dan pelaku industri yang bisnisnya sudah berjalan (stand up), sambungnya.

Disebutkan pula, dalam ajang festival yang di gelar selama lebih dari satu bulan tersebut telah dipersiapkan berbagai rangkaian acara diantaranya workshop, pameran, pagelaran seni, penandatanganan MoU antara Pemerintah kota Malang dengan salah satu pihak perbankan dan launching sistem informasi industri kreatif kota Malang.

Sementara itu, pria yang juga dipercaya menjadi ketua Asosiasi Disainer Grafis Indonesia chapter Malang ini mengatakan bahwa nama 'Mbois' ini sendiri di ambil dari istilah yang sering muncul di masyarakat Malang untuk menyatakan sesuatu yang benar-benar bagus atau keren.

"Dengan memakai nama festival Mbois, harapannya agar kegiatan ini bisa membawa dampak yang baik dalam dunia industri kreatif, khususnya di kota Malang,"pungkasnya.

Jurnalis: Agus Nucrhaliq/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Agus Nucrhaliq
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: