SABTU, 5 NOVEMBER 2016

MALANG --- Tidak akan lama lagi kota Malang akan memiliki sebuah koperasi yang dikhususkan bagi para pelaku industri kreatif. Koperasi yang digagas oleh Malang Creative Fusion (MCF) ini rencananya akan segera dilauching pada tanggal 26 November 2016 mendatang.


"Untuk koperasi saat ini masih dalam tahap inisiasi pendirian sebagai legalitas, tapi nanti akan kita resmikan pada tanggal 26 November 2016," jelas koordinator badan riset dan pengembangan MCF, Ardiansyah Rahmad Akbar, Kamis (3/11/2016).

Menurutnya, peran koperasi disini adalah sebagai sebuah legalisasi unit usaha bagi para pelaku industri kreatif. Selain itu melalui koperasi, kita akan membantu dari aspek pemasaran industri kreatif di kota Malang baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Saat ini memang yang paling dibutuhkan oleh teman-teman pelaku industri kreatif adalah sebuah alat untuk memperkuat aspek pemasaran produk mereka. Kalau industri kreatif di Malang ini memang sudah diakui secara kualitas. Tetapi seringkali aspek pemasaran ini yang menjadi kelamahan kami bersama,"ungkapnya. 

"Oleh karena itu dengan bergabung di koperasi maka aspek pemasaran bisa di perkuat," imbuhnya.

Di dalam koperasi tersebut nantinya akan dibentuk dua program yakni pemasaran secara offline maupun online. Dengan begitu pemasarannya nanti ditargetkan harus sampai ke luar negeri, karena sekarangpun sudah ada beberapa pelaku industri kreatif di kota Malang yang sering melayani pemesanan dari luar negeri. 

"Ada 16 sub sektor industri kreatif yang akan diwadahi di dalam koperasi, diantaranya yaitu animasi, fashion, disain produk, seni rupa dan sub sektor kuliner yang mampu memberikan sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) paling besar di bandingkan yang lainnya," urainya.

Sementara itu, diakuinya pemilihan koperasi sebagai legalisai unit usaha karena prinsip dari koperasi sendiri sama dengan prinsip dasar dari MCF.

"Kita melihat ada tiga prinsip dari koperasi yang sama dengan prinsip dasar MCF yakni Conecting, Colaboration dan Commer," akunya. 

"Nanti secara konkri unit-unit bisnisnya bisa menyesuaikan karakter dari masing-masing sub sektor industri kreatif," pungkasnya.
Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: