SABTU, 12 NOVEMBER 2016

KEEROM --- Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Perbatasan (Pamtas) Yonif Raider 700 Wira Yudha Cakti yang berada di sektor utara Papua memiliki 18 pos di sepanjang jalan menuju perbatasan Republik Indonesia (RI) – Papua New Guinea (PNG).

Komando Taktis (Kotis) Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 700 WYC

Delapan belas pos tersebut masing-masing di Kota Jayapura terdiri dua pos perwakilan, untuk di Kabupaten Keerom terdiri 11 pos yakni pos Kalimao, Bompai, Senggi, Kilometer 140, Yuruf, Unggalom, Ubrub, Somografi, Patakra dan pos Towe Hitam.

Sementara di Kabupaten Pegunungan Bintang terdiri lima pos yakni pos Batom, Okbibab, Kiwirok, Oksibil dan Pos Iwur. Untuk pos di Pegunungan Bintang ini disebut sebagai pos udara, lantaran menuju pos tersebut harus menggunakan pesawat udara.

Sebelum menjalankan tugas sebagai Satgas Pamtas di wilayah sektor utara Papua, Yonif Raider 700/WYC ini berkomitmen seluruh patok batas Negara RI-PNG wajib dipatroli, sesuai salah satu tugas pokok satuan yang bermarkas di Makassar, Sulawesi Selatan ini.

“Tugas pokok kami, seluruh patok yang ada didalam buku catatan kami harus dapat semua melalui patroli patok,” kata Letkol Inf Horas Sitinjak selaku Komandan Satgas Pamtas Yonif 700/WYC kepada Cendana News.

Sejak Yonif 700/WYC bertugas pada bulan Juni 2016 di Papua, terhitung kurang lebih empat bulan satuan ini telah menemukan enam dari 14 patok yang terdata di catatan Kodam XVII Cenderawasih.

“Target kami bulan Desember tahun ini empat patok dapat ditemukan, jadi dalam tahun ini bisa 10 patok yang telah kami temukan. Sisanya empat patok diawal tahun 2017 akan kami patroli lagi,” tuturnya.

Patok yang ada di Kabupaten Keerom sesuai pos-pos Yonif 700/WYC yang akan dan telah melakukan patroli yakni pos Kilometer 140 patok MM 4.3, pos Yuruf patok MM 4.4, pos Patakra MM 4.5, dan pos Towe Hitam MM5.0.

Di Kabupaten Pegunungan Bintang pos-pos satuan tersebut yang akan dan telah melakukan patroli yakni pos Batom MM 5.1, MM 6.B, MM 6.A, MM 6.1A, MM 6.1 dan MM 6.2. pos Kiwirok MM 6.3, pos Oksibil MM 7.0, dan pos Iwur MM 7.1 dan MM 7.2.

Halangan yang didapat anggota saat patroli patok seperti sarana komunikasi dari pos menuju patok sebagian besar gunakan telepon satellite, lantaran tak dapat menggunakan TRC yang hanya mampu kurang lebih 6 kilometer, sementara Rakal paling jauh hanya 10 kilometer dalam keadaan alam terbuka.

Rintangan kedua jalan menuju patok tak ada, sehingga anggota wajib membuka jalan untuk mencapai patok tersebut. “Ada sekitar enam patok harus melintasi kali yang memutar masuk wilayah Negara PNG. Ini harus dilakukan, karena jika tak memutar, maka patok itu tak akan dicapai,” tuturnya.

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 700 WYC bersama jajarannya di Kotis Senggi, Kabupaten Keerom, Papua

Dirinya juga telah berpesan kepada anggotanya terdapat tiga metode untuk mendapatkan hasil yang positif dilapangan saat menjalankan satu tugas operasi yaitu keberanian, ketulusan atau keikhlasan dan perencanaan yang matang. “Kalau tak tiga ini tak dilakukan dengan baik, maka semua tugas akan buyar di tengah jalan dan pastinya akan mendapat hal-hal yang tak kita inginkan,” ujarnya.

Salah satu terobosan terbaru batalyon ini yakni mendidik dan membuka lahan pertanian bagi masyarakat Papua di pedalaman salah satunya di Distrik Senggi yang telah dibuka kurang lebih lima hektare lahan pertanian berbagai macam tanaman sayur mayur dan umbi-umbian.
Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Indrayadi T Hatta
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: