SENIN, 14 NOVEMBER 2016

SUMENEP --- Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi dengan adanya teror bom di tempat ibadah di wilayah Indonesia. Umat beragama yang ada di Negara ini sangat tidak menginginkan kekerasan dan peledakan bom di tempat ibadah itu merupakan perlakuan yang sangat tidak terpuji, sehingga tindakan kekerasan itu tidak boleh ditoleransi.


Kejadian kekerasan maupun teror terhadap tempat ibadah akan ditangani secara serius oleh penegak hukum, oleh sebab itu, masyarakat jangan sampai terpancing dengan adanya aksi-aksi tersebut. Bahkan seluruh penganut agama yang ada di Indonesia tidak mentolerir kegiatan kekerasan seperti itu, makanya masyarakat lebih baik menyerahkan kepada para penegak hukum agar pelaku tersebut ditindak sesuai hukum yang berlaku.

“Jadi intinya peledakan bom yang terjadi di rumah ibadah, saya pikir bukanlah tindakan yang dilakukan oleh umat beragama, karena apapun agama yang berkembang dan dianut oleh masyarakat Indonesia sama sekali tidak mentolerir tindakan kekerasan seperti itu. Apalagi itu dilakukan terhadap rumah ibadah, semua agama sangat menghormati dan menjunjung tinggi keberadaan rumah ibadah itu,” kata Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama Republik Indonesia saat berkunjung ke Kabupaten Sumenep, Senin (14/11/2016).

Disebutkan, bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan orang tidak bertanggungjawab terhadap rumah ibadah sangat tidak dibenarkan dalam agama. Maka dari itu masyarakat harus menahan diri dan tidak terprovokasi dengan adanya kejadian tersebut.

“Sebaiknya masyarakat tidak perlu terprovokasi dan terpancing lalu kemudian melakukan balas dendam melakukan tindakan main hakim sendiri adalah tindakan yang sebaiknya dihindari,” jelasnya.

Pihaknya meminta masyarakat harus mempercayakan penuh kepada aparatur penegak hukum, dalam hal itu kepolisian untuk menindaklanjuti mengungkap kasus ini yang pada akhirnya mengetahui pelaku dari kegiatan tersebut beserta motif dibaliknya.
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: