SELASA, 8 NOVEMBER 2016

JAKARTA --- Berdasarkan Undang Undang No.7 Tahun 1996 yang mengatur tentang pangan, tepatnya Pasal 1 ayat 17 disebutkan " Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau." Oleh karena itu, Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan wujud nyata bagaimana membentuk ketahanan pangan dari unit terkecil dalam sebuah negara, yakni Keluarga.

Titiek Soeharto memberikan kata sambutan
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IV, Siti Hediati Soeharto yang akrab dipanggil Titiek Soeharto saat membuka pidatonya dalam Temu Tani penyerahan bantuan Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) bagi 20 Kelompok Wanita Tani (KWT) wilayah Kabupaten Gunung kidul, Yogyakarta di Bangsal Sewoko Projo Pendopo Kabupaten Gunung Kidul, Senin (07/11/2016).

Dijelaskan, di dalam sebuah keluarga ada ayah, ibu dan anak. Apabila kebutuhan pangan keluarga terpenuhi dengan baik, otomatis asupan gizi keluarga juga bisa terpenuhi, pertumbuhan mental keluarga dapat terbentuk positif, serta kegiatan keluarga sehari-hari bisa berjalan dengan lancar.

" Ini salah satu indikator yang menunjukkan bahwa sebuah negara dapat mewujudkan ketahanan pangan secara umum kedepannya," ucap Titiek Soeharto melanjutkan pidatonya.

Lalu dari anggota keluarga yang ada, suami atau ayah biasanya bekerja mencari nafkah bagi keluarga. Entah sebagai petani di ladang atau sawah, sebagai pegawai negeri sipil, atau pekerjaan-pekerjaan lainnya. Sedangkan seorang istri atau ibu adalah sosok yang memiliki waktu luang begitu besar di rumah, sehingga amat disayangkan jika tidak mengisi waktu tersebut dengan merubah pekarangan rumah atau lahan kosong di sekitar tempat tinggal menjadi lahan untuk bercocok tanam melalui program Rumah Pangan Lestari.

" Program ini sudah berjalan dengan baik, aliran bantuan dana juga diawasi serta dikawal oleh kami dari Komisi IV DPR RI, jadi mari sukseskan program ini dengan menyingsingkan lengan baju untuk membuka lahan-lahan bercocok tanam di pekarangan rumah maupun sekitarnya," himbau Titiek kepada para hadirin.

" Ibu-Ibu dan remaja putri adalah penggerak utama dalam program ini melalui Kelompok Wanita Tani. Dari pada waktu luang terbuang percuma, maka mari semua serius menggarap lahan untuk ditanami berbagai produk pangan demi tercapainya ketahanan pangan rumah tangga serta mewujudkan ketahanan pangan nasional," tambah Titiek.

Jika program Rumah Pangan Lestari dilaksanakan dengan serius dan penuh semangat, maka minimal pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga dapat terpenuhi.

" Setelah itu baru melangkah ke tingkat selanjutnya yaitu peningkatan ekonomi rumah tangga dengan cara menjual hasil bercocok tanam ibu-ibu sekalian ke pasar atau pedagang," lanjut Titiek.

Jika melihat cara dialog maupun imbauan yang dilontarkan oleh Titiek Soeharto kepada masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Gunung Kidul, Yogyakarta, maka ingatan setiap orang yang mendengarnya pasti tertuju pada bagaimana Presiden kedua RI, H.M. Soeharto atau akrab disapa rakyat dengan Pak Harto kerap mengucapkan hal yang sama terkait ketahanan pangan baik dalam Kelompencapir maupun Temu Tani yang diadakan di era pemerintahannya.

Acara penyerahan bantuan Rumah Pangan Lestari bagi Kelompok Wanita Tani di wilayah Kabupaten Gunung kidul, Yogyakarta
Pak Harto selalu peduli terhadap petani, dan begitu menjaga bagaimana rakyatnya bisa memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dengan harga yang terjangkau. Hal ini sepertinya yang menginspirasi sepak terjang Titiek Soeharto di berbagai daerah sebagai seorang wakil rakyat yang membidangi pembangunan sektor pertanian sebagai salah satu perjuangannya.

" Jadi program Rumah Pangan Lestari memiliki banyak manfaat, yakni membentuk ketahanan pangan rumah tangga, merintis jalan menuju ketahanan pangan nasional, memperbaiki ekonomi keluarga, serta beragam konservasi tanah dan air kedepannya. Semoga ibu-ibu sekalian dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," pungkas Titiek Soeharto mengakhiri pidatonya.

Semoga impian Pak Harto untuk mensejahterakan rakyatnya dapat terwujud di era Titiek Soeharto sebagai wakil rakyat, sehingga cita-cita 'Tinggal Landas' yang dicanangkan Pak Harto juga dapat berlanjut.
Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: