SELASA, 8 NOVEMBER 2016

SUMENEP --- Minimnya keterampilan petani di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, membuat mereka hanya bisa menjual jambu mete mentah. Padahal buah dari tanaman tahunan tersebut bisa memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi apabila bisa mengolahnya menjadi produk yang lebih menarik.

Petani sedang memanen jambu mente
Biasanya para petani menjual jambu mete mentah atau yang dikenal mete gelondong hanya Rp. 22.000 per kilogram, padahal apabila diolah dengan kulit mete itu dibuang harganya bisa mencapai Rp. 130.000 per kilogram. Ketika dikalkulasi, bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp. 20.000 per kilogram, karena setiap satu kilogram biji mete yang dibuang kulitnya membutuhkan lima kilogram mete mentah atau mete gelondong, maka apabila dijual mentah.

“Kami belum memiliki keterampilan untuk mengupas mete agar bisa mengambil bijinya, makanya terpaksa menjual mete itu dengan cara gelondong. Untuk mengupas kulit mete itu membutuhkan keahlian serta alat yang menunjang, sedangkan petani disini belum pernah mendapat pembekalan mengenai pengelohan jambu mete,” kata Fendi Sufyanto (28), salah seorang petani jambu mete di Desa Beluk Ares, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Selasa (8/11/2016).

Disebutkan, sejak dulu petani disini memang menjual mete gelondong kepada pedagang, hal itu merupakan cara satu-satunya untuk mendapatkan uang dari hasil tanamannya. Bahkan mereka juga membuang jambu yang menjadi penempel mete, karena selama ini jambu tersebut tidak ada yang membelinya, namun ada juga sebagian yang dijadikan pakan tambahan untuk ternak.


“Selama belum ada pembekalan soal pengolahan jambu mete, maka petani tetap saja akan menjualnya dengan mentah. Sebab untuk mengolah menjadi produk yang memiliki daya tarik tinggi terhadap pembeli tidak mudah, memang perlu ada keterampilan yang dimilikinya,” jelasnya.

Mereka berharap pemerintah memperhatikan daerah yang memiliki banyak tanaman jambu mete, agar kedepan, daerah tersebut bisa dikembangkan menjadi produksi pengolahan jambu mete. Karena ketika pemerintah serius, petani juga akan bersungguh-sungguh untuk mengikuti pembekalan agar bisa memiliki dalam mengolah jambu mete.
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: