JUMAT 18 NOVEMBER 2016

JAYAPURA --- Menyikapi sering ditangkapnya pengedar narkoba jenis ganja di pelabuhan utama Kota Jayapura, Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 122 Tombak Sakti terus menjalin koordinasi antar instansi di teras negara Indonesia.


Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS Letkol Inf Kohir saat berikan arahan kepada anggotanya terkait peredan ganja diperbatasan.

"Tugas kami di sini (perbatasan RI-PNG) mengamankan perbataaan dari segala kegiatan ilegal. Salah satunya adalah meminimalisir narkotika jenis ganja," kata Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS, Letkol Inf Kohir, Jumat (18/11/2016).

Pihaknya lebih memaksimalkan pengawasan terhadap pelintas batas, baik yang rutin maupun pelintas batas yang baru. "Dalam pengawasan kami, hari biasa pelintas batas 300-400 pelintas batas, kalau hari pasar Selasa dan Kamis, pelintas batas mencapai 500-1000 pelintas batas," ujarnya.

Program pagar hidup terus digalakkan batalyon infanteri Siantar, Sumatera Utara, menurutnya pagr hidup sudah digulir sejak awal penugasan di Papua dan terap dioptimalkan. "Pagar hidup kami bina untuk memperlancar komunikasi antar masyarakat kepada aparat keamanan," tuturnya.

Untuk meminimalisir masuknya barang haram dari Negara tetangga PNG, pihaknya terus mempertajam peran intel satgas dan tetap berkoordinasi dengan satuan intelijen yang bertugas di perbatasan.

Anggota bidang intelijen satgas pamtas, lanjutnya, bertugas mengumpulkan keterangan dari masyarakat kemudian mengolah bahan tersebut sebagai dasar penindakan anggotanya. "Tergantung situasi, apabila memungkinkan bertindak langsung, kami tindak. Namun, jika masih ada waktu berkoordinasi ke pihak terkait, maka akan dilakukan," ujarnya.

Dirinya, tak pungkiri jikalau ada saja yang lolos dari pemantauan satgas di Skouw perbatasan RI-PNG. "Banyak jalan tikus di sana sebanyak 185 jalan tikus. Tapi kebanyakan mereka sebagain besar sudah tak gunakan jalan itu, mereka membuka jalan tikus baru lainnya yang tak dapat kami pantau," tuturnya.

Ke depan, dirinya berharap koordinasi antar lembaga di perbatasan terus ditingkatkan dan partisipasi masyarakat setempat. "Kami harap masyarakat juga membantu aparat keamanan yang ada diperbatasan, karena bagaimana pun juga yang jadi korban anak-anak penerus bangsa," katanya.

Sebelumnya diketahui beberapa kali telah ditangkap oknum pelajar dan mahasiswa yang hendak membawa narkoba jenis ganja keluar dari wilayah Kota Jayapura menggunakan Kapal Motor (KM) milik PT Pelni Jayapura.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Indrayadi T Hatta
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: