JUMAT 18 NOVEMBER 2016

MANADO --- Pulau Bunaken Manado Sulawesi Utara (Sulut) yang terletak di kawasan Taman Nasional kini kondisinya sangat memprihatinkan, karena setiap hari mendapat kiriman sampah dari Manado. Lebih miris lagi ketika kiriman sampah yang datang mengunjungi Pulau Bunaken adalah sampah kayu bekas dan batang kelapa, karena bisa merusak lingkungan.

Sampah di Pulau Bunaken.

Hal ini di katakan Alfrets salah satu nelayan yang selalu mengantar tamu untuk mengunjungi pulau bunaken. Menurutnya sampah ini bukan hanya sekali datang tapi setiap hari ada di Pulau Bunaken dan sebagian besar kiriman dari  Manado.

"Kasiang Torang yang selalu antar tamu, dorang ja mengeluh dorang mau snorkling banyak sampah di permukaan dan dasar laut, tamu bilang ini beking rusak lingkungan" katanya dengan dialek Manado kepada Cendana News Jumat (18/11/2016).

Albert, salah seorang praktisi pariwisata dan pengelolah resort di Pulau Bunaken mengatakan, sampah yang datang ke Pulau Bunaken berasal dari muara sungai  yang menghubungkan pantai Manado, mulai dari Kelurahan Molas hingga Kecamatan Malalayang. Aliran sampah seperti ini susah untuk diatasi karena harus di cegah dari hulu.

"Kami meminta kesadaran warga untuk tidak membuang sampah disungai, dan bagi pemerintah perketat Perda Sampah dengan pemberlakuan sangsi yang tegas", kata Decky

Deky Wuy pengelola Bastianos Dive and Resorts Bunaken pada Jumat (18/11/2016)  mengatakan, seperti yang terjadi hari ini, ribuan sampah mulai dari depan Froggies sampai Bastianos, kira-kira 100 meter sepanjang pantai terlihat sampah berserakan di pinggir Pulau Bunaken, sehingga sangat mengganggu pemandangan bagi wisatawan yang berkunjung.

"Yang seperti ini  memang musiman, tapi tiap hari tetap ada sampah kiriman baik dari Manado maupun dari Bunaken sendiri", ungkapnya.

Jurnalis: Ishak Kusrant/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ishak Kusrant
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: