RABU, 9 NOVEMBER 2016

MANADO --- Kelompok Nelayan Cahaya Tatapaan dan Kelompok Nelayan Cahaya Trans yang merupakan inisiator program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) di Taman Nasional Bunaken memberi contoh pada kelompok lain sebagai champion pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dengan mengajak dan merawat serta melestarikan perikanan yang menjadi tumpuan hidup dan sumber nafkah keluarga. Kegiatan itu dilakukan dengan melakukan MOU atau penandatanganan nota kesepahamam bersama Balai Taman Nasional Bunaken (TNB) pada Rabu (9/11/2016).

Penandatangan MOU kelompok nelayan dan Balai TNB
Kepada tim Balai TNB, kelompok Cahaya Tatapaan yang diwakili oleh Seksi Pengawasan, Feri Masie mengatakan, usaha terbesar saat ini adalah menjaga, merawat dan mengelola ekosistem perikanan sebagai sumber pangan keluarga. 

"Kebutuhan saat ini semakin meningkat, tetapi sumber dimana tempat kami mencari hasil semakin berkurang produktifitasnya, untuk itu hal-hal seperti itu diperlukan untuk kehidupan kami,"sebut Feri.

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan kelompok Cahaya Trans, Arif Tinungki, kelompok nelayan sudah berupaya untuk melakukan pengukuran panjang dan berat ikan, dimana jika ikan-ikan ini mengalami kemerosotan penurunan berat dan panjangnya membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berkembang. Padahal kebutuhan keluarga juga terus diperlukan, untuk itu aktivitas kelompok dalam pengembangan program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) penting untuk masa depan perikanan di desa mereka.

"PAAP di Taman Nasional Bunaken bertujuan untuk menjawab tantangan atas menurunnya hasil tangkapan perikanan, wilayah yang akan dikelola oleh sekelompok masyarakat di zona tradisional yang mengkombinasikan antara kawasan perikanan yang bisa dilakukan penangkapan ikan dan kawasan larang ambil. Saat ini lokasi yang dikembangkan menjadi area PAAP berada di Desa Popareng Kecamatan Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan dan Desa Poopoh Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa," kata Masie dan Tinungki pada Rabu (9/11/2016).

Pada pertemuan itu, usai melakukan presentasi, dilanjutkan dengan penandatangan nota kesepahaman (MOU) antara Balai Taman Nasional Bunaken dan Kelompok Nelayan dalam pelaksanaan pengawasan dan pemantauan lokasi PAAP serta pencatatan data perikanan.


Sementara itu Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, Arie Subiantoro mengapresiasi upaya kelompok nelayan yang berusaha untuk membantu pengelolaan Taman Nasional Bunaken, meski pekerjaann mereka yang setiap harinya melaut, mencari nafkah untuk keluarga.

"Kami bangga pada mereka karena hari ini bersedia menyampaikan pesan dan menyuarakan kondisi perikanan, tanpa kerja sama yang baik antara Pemerintah dan masyarakat niscaya Taman Nasioal Bunaken tetap lestari,"tutupnya.
Jurnalis : Ishak Kusrant / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ishak Kusrant
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: